22 Dua bulan sebelum bebas

893 Kata

Setelah keluar dari ruangan HRD, Wulan menghela napasnya. Selanjutnya, seperti kata Sasha, sekarang ia harus menghadap Bhumi, orang yang seharusnya paling ia tidak ingin temui saat ini. Tapi apalah daya, ia terlalu panik karena urusan penalti dan rekomendasi yang nantinya akan berakibat buruk pada daftar resume lembar riwayat hidupnya yang akan sangat berguna dimasa yang akan datang. Walau ia tahu kemungkinan untuk bekerja kembali sangatlah kecil. Ia ingat sekali pesan calon mertuanya yang ingin dirinya menjadi ibu rumah tangga seutuhnya daripada menjadi wanita karir. "Nanti di rumah saja ya, Lan. Ngurusi Arman. Ibu sama bapak nggak keberatan asal kalian rukun akur." Wulan menghela napasnya. Beberapa langkah lagi ia akan segera tiba di depan ruangan Bhumi. Mau tidak mau, kilasan kejadia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN