21 Tidak Selalu Bahagia

1044 Kata

Saat tiba di ruang HRD, wajah panik Wulan kentara sekali terlihat. Bahkan Sasha yang sebelumnya telah diberitahu oleh Bhumi nyaris menahan tawanya setengah mati menyaksikan Wulan yang hampir menangis karena ketakutan. Bhumi benar, Wulan terlalu lugu untuk dibohongi sementara Sasha yang sudah curiga sejak pertama kali sahabat magang dimasa lalunya masuk ke ruangannya sambil memintanya untuk membawa Wulan kembali menjadi asistennya hanya bisa mengulum senyum. "Tumben lo mau dia balik lagi. Dulu aja lo maki-maki pas big boss nyuruh jadi pamongnya." "Itu dulu." Balas Bhumi dengan tenang saat ia melihat rasa penasaran yang besar di wajah Sasha. "Gue kenal lo, sampe ke akar-akarnya, nggak mungkin seorang Bhumi Prakasa Harjanto, yang suka ngelepeh cewek, tahan ngemis biar satu asistennya bali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN