Ketika dirinya tidak mendapatkan telepon dari Wulan pagi berikutnya, Bhumi mulai merasakan sesuatu yang aneh sedang terjadi. Setelah nomor gadis itu tidak dapat ia hubungi, kehadiran Bayu yang muncul di ruangannya pagi-pagi sekali membuat ia memicingkan matanya. "Kenapa kamu kesini? Dimana Wulandari?" Tanyanya heran. Apalagi saat itu Bayu mulai menjabarkan jadwal yang akan dilakukan Bhumi sepanjang hari. "Wulan resign, pak. Kemarin sore." Bhumi terkejut. Berita resignnya Wulan bukanlah kabar yang baik untuknya. "Kenapa bisa begitu?" "Katanya ada masalah sama bapak. Sekitar jam tiga kemarin dia ngadep mbak Sasha. Nggak lama saya dipanggil, buat gantiin posisinya sementara waktu." Bhumi menghela napasnya. "Sasha sudah datang?" Tanya Bhumi lagi. Bayu menggeleng. "Belum, pak. Biasanya

