12 Mas Arman Akan Mengerti

835 Kata

Seminggu kemudian, setelah beberapa hari sebelumnya Bhumi sudah kembali bekerja, tibalah giliran Wulan untuk menghadap atasannya karena sesuai dengan jadwal yang ia ajukan sebelumnya, hari itu adalah hari dimana Wulan akan kembali ke kampungnya. "Harus kamu pulang saat jadwal begini padat?" Tanya Bhumi saat Wulan menyerahkan surat pengajuan cutinya. Gadis itu dengan santai mengangguk. "Terus yang nanganin jadwal saya siapa?" Tanyanya lagi. Raut wajah pria itu jelas kelihatan sedikit kesal. "Ada Bayu, pak. Udah saya ajak nego sama sepiring cilok dan cuanki, dia sudah setuju." Bhumi menatap Wulan tidak percaya. "Kamu menggadaikan atasan kamu dengan sepiring cilok dan cuanki?" Dia mengulang pernyataan gadis itu. Wulan mengangguk mantap. "Asal perutnya kenyang, mudah menggoda cowok,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN