"I love you" Mata Wulan langsung berhenti berkedip selama beberapa detik menyaksikan Bhumi dengan begitu seriusnya mengucapkan tiga kata itu kepadanya. "Now, it's your turn." Wulan kembali menatap Bhumi, lalu ia menggeleng. "Nggak." Bhumi balas menatapnya dengan bingung. "Why not?" "Saya nggak lop sama bapak. Nggak ada kata lain, apa? Geli banget, ih." Wulan langsung bergidik, sesuatu yang kelihatannya tidak dibuat-buat hingga Bhumi yang menyaksikannya saat ini merasa semangatnya kembali anjlok. Lagipula dia sendiri yang ngawur. Mentang-mentang sudah rutin melakukan kelas privat, dia pikir merayu Wulan mengucapkan ' I love you' adalah hal yang mudah, tahunya, dia sendiri yang mangkel karena ulahnya. "Kita lagi belajar bahasa Inggris, bukan bahasa cinta." Gerutu Wulan. Wajahnya kel

