Bekerja bersama Bhumi Prakasa Harjanto sebetulnya tidaklah buruk. Hanya bagi Wulan, bayangan bahwa ia bekerja dengan seorang pria yang suka sekali dengan wanita dan alat perkembangbiakannya, membuat gadis itu selalu bergidik. Setiap saat, ia selalu memikirkan cara agar Bhumi tidak berniat menoleh padanya sama sekali, termasuk inisiatif berbicara ketus kepadanya. Wulan tahu, di belahan dunia manapun, sikapnya tidak akan pernah bisa diterima. Mana ada pegawai yang bersikap kurang ajar kepada atasannya, bicara ketus, songong bahkan selalu melawan. Tapi kawan, cobalah dirimu sekali-sekali rasakan bagaimana rasanya bekerja dengan seseorang yang setiap lima menit sekali mengedip genit kepada setiap wanita cantik yang lewat, hingga berhasil membuat mereka ikut masuk kamar dengannya, apakah kali

