Ekstra Part

489 Kata

Malam sudah larut, tapi aku tak bisa tidur. Sedang lelaki kesayangan sudah terlelap pulas di samping. Tak terusik sama sekali dengan kegelisahanku. Padahal kasur berguncang, karena gerakanku yang tak karuan. "Mas," panggilku lirih, sambil menowel pelan bahu yang memunggungiku. "Hm." Mas Ivan masih terpejam. "Aku nggak bisa tidur." Ia berpindah posisi jadi telentang, lalu menepuk-nepuk lengannya. Meminta aku untuk tidur di sana. Masih enggan membuka mata. Aku mendesah pelan, bukan itu yang aku mau. "Mas, sayang aku, nggak?" "Hmmm," gumamnya panjang, membuatku sebal. "Aku pengen martabak, Mas." "Besok ya, Sayang." Suaranya terdengar serak. "Ah ... sudah aku duga. Mas, memang nggak sayang aku. Tega banget, biarin adek sendiri nggak tidur sampai pagi cuma mau makan martabak," racauku,

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN