18. Satu Keluarga

1672 Kata

Selepas maghrib keluarga besar berkumpul, berdiskusi mengenai acara akad nikah dan resepsi. Duduk bersila di karpet tebal, di ruang tamu rumah Mama. Kalau mereka menikah menyatukan dua keluarga. Sementara aku dan Mas Ivan mempererat kesatuan keluarga. Tak dapat kubayangkan, bagaimana jadinya kalau kemarin aku meminta berpisah. Apa mungkin keluarga akan duduk bersama, di sini ... hari ini? Sebenarnya aku masih kecewa. Walaupun sekarang sudah tahu, bagaimana hatinya Mas Ivan. Namun rasanya aku belum percaya sepenuhnya. Karena luka hati yang terlalu dalam, mungkin. Lagi, aku merasa seperti tak berharga di matanya. Kalau saja aku tidak ingat keluarga dan lagi, sedang hamil. Mungkin sudah pergi jauh, agar tak dapat ditemukan. Aku takut menyesal, karena emosi sesaat membuat kehilangan suat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN