"Sejak kapan suka minum kopi?" tanya Mas Ivan yang baru saja duduk di samping. Aku tersenyum kecil. Ada denyut dalam d**a saat mendapat perhatian kecil darinya. Yang selama ini membuatku berharap, padahal nyatanya cuma sekadar basa-basi. Menyesakkan sekali rasanya. Tepat di d**a, sesak. Akhir-akhir ini, setiap pagi rasanya sangat mengantuk. Tak jarang membuat terlelap, karena tak dapat menahan rasa kantuk yang mendera. Tidur pagi tak baik untuk kesehatan dan, yah, setelah minum kopi rasa kantuk hilang. Menghirup aromanya, menjadi hal yang sangat kusukai sekarang ini. "Bikin sendiri atau kopi instan?" Belum sempat menjawab, Mas Ivan sudah menyambar gelas di tangan. Kutelan ludah, saat melihat ia meminumnya. "Jangan diabisin. Aku belum minum lho, Mas." "Baunya enak," katanya tanpa meno

