"Nginep nggak?" tanyaku pada Alisa. "Besok-besok lah." Selepas maghrib, aku dan Alisa duduk di karpet ruang tamu. Mulai membantu mengemas undangan ke dalam plastik. Acaranya akan di laksanakan sehari setelah akad. Masih lebih dari seminggu menuju acara resepsi. Suara pintu yang terbuka membuat kami menoleh. Tampak Mas Alfin baru saja masuk, mengenakan baju koko lengkap dengan sarung serta peci. Ia berjalan mendekat lalu ikut duduk di atas karpet, berkumpul dengan kami. "Calon pengantin, auranya beda. Sekarang shalatnya di Masjid," goda Alisa. "Keren banget!" Aku mengacungkan jempol pada Mas Alfin. Mas Alfin tersenyum, "Alisa kapan kek Amanda, pake jilbab?" "Doain aja, biar cepet dapat hidayah." "Aamiin," kataku menimpali. "Untungnya acara resepsi Mas Ivan kemaren seminggu sesudah

