Letta turun dari motor Arion dan memberikan helmnya dengan cepat. Arion segera mengantar Letta ketika tadi mereka sampai di rumahnya dan pamit pada Molly. Letta masih mengenakan pakaian yang diberikan Molly, untuk dirinya, katanya. “Maaf soal malam ini, aku juga nggak tau kalo papa bakal bahas hal begituan sama kamu. Dia ... orangnya emang to the poin, tapi selalu santai,” jelas Arion mengikat kembali helmnya di bangku belakang. “Hmm, nggak apa-apa. Tapi, maaf. Aku nggak ngerti soal itu. Emang harus banget ya, orang pacaran nikah setelah lulus SMA? Aku ... bukannya aku harus kuliah?” Arion mengelus kepala Letta dengan lembut. “Kamu bisa kuliah, tenang aja. Aku bakal selalu dukung kamu. Untuk saat ini nggak usah mikirin omongan papa atau mamaku.” Sharletta mengangguk dan mengecup punggu

