#34 - Terkurung

1854 Kata

Saat istirahat tiba, semua orang mulai menatap Letta dan Dhira dengan pandangan ingin tahu dan jijik. Letta merasa tidak enak diperhatikan seperti itu. “Biarin aja, itu pasti ulang Anggi dan kawanannya,” ucap Dhira dengan santainya memesan sebungkus batagor di kantin. “Gimana kalau itu ulah Aliyah juga? Mulut dia, kan ember, dan suka ngasal,” tanya Letta sedikit berbisik. “Ya biarin aja, kita gak salah apa-apa, kok. Ngapain takut?” “Tapi, Dhir ... ini aneh, salah gue apa? Kenapa gue diliatin sampe segitunya?” “Tenang aja, Letta. Ada gue, lu terlalu takut sama pandangan orang-orang.” Letta hanya menatap Dhira dengan kesal. Gadis itu tidak pernah tahu kesulitan yang Letta hadapi saat masih di bangku kelas tujuh. Letta tidak mau lagi hal itu terulang. Tentu saja hati Letta rapuh sekaran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN