"Aku ...." Zanara hendak menjawab asal saja, setidaknya pembahasan ini tidak akan berlanjut. Namun, belum sempat ia melanjutkan ucapannya, ponselnya berdering. Nama Jayme tertera di sana, yang tentu saja tak mungkin ia abaikan. Setelah memberi isyarat pada Gabriel bahwa ia harus menerima panggilan itu, Zanara bangkit dari duduknya, kemudian bergegas menjauh dari meja di mana Gabriel masih berada di sana dan tampaknya kini tengah disibukkan dengan putranya. Terima kasih pada Jayme dan Marion yang telah menyelamatkannya. Untuk sementara. "Mama ... kapan Mama akan pulang? Aku sangat merindukanmu," ucap Marion, segera setelah Zanara menekan tombol hijau di layar ponselnya. "Wah ... hampir saja Mama melompat karena terkejut. Apakah ini suara putriku yang cantik itu? Siapa namanya? Oh, iya,

