Jayme terlanjur setuju dengan keputusan yang diambil Zanara, bahwa ia akan mengambil waktu untuk dirinya sendiri. Meski ia tak tahu ke mana arah dan tujuannya, setidaknya ia sebentar saja bisa bercengkerama dengan dirinya sendiri. Zanara telah siap dengan satu tas berisi beberapa helai baju. Jayme yakin tak banyak yang ia bawa, karena Zanara telah memastikan tak akan lebih dari tiga hari. Sesungguhnya Jayme berat melepaskan kepergian wanita itu, jika mengingat hal-hal yang mungkin terjadi di kemudian hari. Namun, kali ini ia harus melihat Zanara sebagai pasiennya. Pasien yang membutuhkan saran terbaik darinya. Hanya itu obat yang dibutuhkan wanita itu. Menepi sejenak. Zanara berjongkok di hadapan Marion, memandangi wajah putrinya yang cantik nan polos. Ada rasa berat yang menyeruak seke

