“Untuk anakku, Liora. Hallo, Nak? Gimana kabar kamu sekarang? Sudah lebih baik? Ah, kamu pasti tidak mengenalku. Biar aku perkenalkan diri. Aku Leo, ayah kandungmu. Aku bahkan seharusnya tidak berani mengatakan itu setelah aku tidak menemanimu tumbuh kembang. Maaf, hanya itu yang bisa aku katakan. Maaf tidak bisa ada di sampingmu, maaf membiarkanmu dan Mamamu berdua saja, maaf karena aku bukan pria yang bisa bertanggung jawab. Bahkan, aku minta maaf karena tidak bisa bertemu denganmu. Anakku, aku menyayangimu. Melihatmu dalam selembar foto membuatku merindukanmu. Namun sekarang, aku ada di dalam dirimu, bersama denganmu dan akan menemanimu sampai hembusan nafas terakhirmu. Nak, berdetaklah untuk Ayah. Buat Mama dan Papamu bangga denganmu. Tumbuhlah jadi manusia yang berbudi pekerti ba

