“Buka mulutnya, masa gak mau disuapin?” “Gak mau, Mbak. Pliss, sama Ian aja sendiri makannya.” “Ih, lucu deh manggil diri sendiri Ian,” ucap Mina kemudian mencubit pipi Adrian. Sosok itu berontak dengan mengibaskan tangannya. “Aduh, hati hati dong nanti infusnya lepas. Nanti dimasukin lagi ke tangannya kan sakit.” Dengan wajah yang menggoda, membuat Adrian takut. Jujur saja kalau mbak mbak berusia 21 tahun itu cantik, tapi sifatnya menutupi semuanya. “Mbak, gak mau disuapin,” ucapnya ketika perempuan itu kini mengaduk makanan untuk disuapi pada Adrian. “Mbak, sini gue sendiri aja.” “Makan disuapin atau dilaporin sama Mommy kalau kamu gak makan.” “Ta─hmmphh!” mulutnya langsung dimasukan satu sendok makanan, kemudian Mina langsung membekapnya dan menatap tajam pada Adrian supaya pria it

