Melihat bagaimana ketiga anaknya tertidur membuat Maya tersenyum. Setelah mereka active seharian, akhirnya bisa istirahat dengan tenang. Dikarenakan ada hujan besar, akkhirnya mereka tidak bisa pergi less. Berakhir dengan terkurung di rumah dan membuat keributan di sana. Bunda Isanna tidak pulang, Ayah Brata tertidur di rumahnya juga. “Cucu cucu Oppa mana yaa?” Tanya Brata begitu memasuki rumah dengan semangat. Hujan masih turun, tapi tidak selebat sebelumnya. “Mau ikut Opa jemput Oma kalian gak?” “Pada tidur, Yah. Baru aja mereka merem.” “Yah, gak seru dong,” ucap Brata menghela napasnya dalam. Matanya menyipit melihat bagaimana posisi mereka yang tidak benar di atas karpet bulu itu. “Gak mau dibenerin aya, May? Itu posisi bobonya?” “Gak papa, Yah, kalau dipindahin sekarang takutnya

