Serenade

1713 Kata

Kepalaku dilempar kertas berulang kali oleh Praska sepanjang menulis di buku catatan. Ia mengetukkan pulpen ke kepalaku cukup kencang, namun aku tetap bergeming dan terus menulis. Tentu saja hal itu sangat aneh baginya. Sebab, aku tidak rajin menulis catatan. Melihatku sangat intens terhadap barisan kata yang kusalin dari buku catatan teman cewek di bangku sebelah, Praska dan Pasa tak hentinya menatap bingung. Dua kelas yang kuhadiri, tapi aku tetap diam dan tak peduli dengan dua cecunguk di sebelah yang berusaha menggoda selama kelas berlangsung. Sampai kembali ke basecamp pun, aku tetap diam dan memilih tiduran. Hampir semua aktivitas kulalui dengan diam. Mulai dari pagi sampai malam saat teman-teman melakukan gladi resik sebelum pentas lusa. Aku biarkan saja teman-teman mengolok-olokk

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN