41 - KISAH DUA ALAM

1360 Kata

Damar mengerjapkan matanya, tubuhnya terasa pegal-pegal, belum lagi lehernya yang perih akibat cekikan. Ia mengingat kembali kejadian beberapa saat lalu, Gendis berusaha untuk membunuhnya sebelum Praduga menghentikan tindakan gila wanita itu. Matanya menelisik ke sekitar, ia tengah berbaring disebuah kasur yang berada di ruang kamar. “Damar, akhirnya kamu bangun juga.” Suara Elin mengalun ditelinga pria itu, sontak ia pun mendudukkan diri dan bersandar pada kepala ranjang. “Ratu Elin.” Damar menundukkan pandangan. Venda masuk ke dalam kamar, ia membawa segelas air putih pada nampan. “Kamu bisa minum air putih dari bangsa kami kan? Ini diminum dulu.” Venda menyodorkan gelas air mineral itu pada Damar. Damar mendongakkan kepala melihat gadis bar-bar itu, keningnya berkerut s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN