“SIALAN! Mereka menipuku.” Arya berteriak nyaring sembari melempar bantal bergambar kartun keropi, rahangnya mengetat dengan sempurna karena amarah menggebu-gebu. Sementara itu dua sosok lain yang berdiri tak jauh darinya pun hanya diam dan menunduk, keduanya tidak berani bersuara. Awalnya mereka merasa di atas langit karena dengan mudahnya berhasil menculik Manggala, tapi apa yang terjadi? Justru yang mereka dapatkan adalah Manggala palsu, hanya sebuah bantal usang yang warnanya pun mulai pudar. “Praduga, aku memberikanmu kepercayaan untuk menculik Manggala, bukan benda tak berguna itu!” “Maafkan saya, Pangeran Arya. Saya sama sekali tidak tahu jika itu adalah palsu, kami melihat sendiri Ratu Elin lah yang membawa Manggala keluar rumah.” Praduga memberanikan diri untuk melangka

