Nyaris satu bulan Bella berusaha menghilangkan ingatannya, tentang Amalia yang ingin mencelakainya. Meski bayangan itu perlahan memudar namun tetap saja Bella masih bisa merasakannya. Gadis itu masih duduk dikursi roda. Kakinya mulai membaik saat sering mengikuti terapi. Sayangnya, sampai saat ini Bella belum mendapatkan donor matanya. "Bella." Panggilan namanya, membuat Bella sadar. Ia menunggu orang itu untuk mendekatinya. "Aku punya kabar baik buat kamu, sayang," kata Syauqi, setelah bertekuk lutut di depan Bella. Bibir Bella tersenyum. "Kabar apa?" "Besok kamu bakal operasi mata, Daddy udah temuin pendonor mata yang baik." "Beneran, Qi?" tanya Bella tak percaya. Syauqi mengangguk, "iya sayang." Syauqi sangat suka melihat aura bahagia Bella yang terpancar diwajah gadis itu. Tad

