Rara terjepit antara bayangannya sendiri yang merayap keluar dari cermin dan tangan-tangan dingin yang menyembul dari lantai. Bau anyir logam memenuhi udara ketika retakan di kaca semakin meleba , mengeluarkan erangan suara yang bukan manusia.
"Ambil tanganku!"
Bayangan itu kini sudah menyentuh pergelangan Rara, kulitnya seperti es kering yang membakar.
Sesaat sebelum kontak sempurna
DOR!
Pintu di ujung lorong terbanting terbuka. Pakde Anton yang asli—berdiri di sana dengan obor menyala, wajahnya pucat melihat pemandangan itu.
"Nduk! Jangan sentuh itu!"
Tapi peringatan itu datang terlambat.
Sentuhan terakhir.
Rara dan bayangannya bertukar tempat dalam ledakan cahaya putih
DUNIA TERBALIK
Rara kini terjebak di dalam cermin, menyaksikan melalui kaca bagaimana:
Bayangannya menguasai tubuh aslinya
Pakde Anton diseret oleh tangan-tangan tak terlihat
Nenek Sri muncul dari balik dinding, memeluk "Rara palsu" dengan bangga
"Akhirnya... keluarga kita utuh lagi," bisik nenek sambil menatap langsung ke arah Rara di balik cermin.
PENGUNGKAPAN MENGEJUTKAN
1. Selama ini yang berbicara melalui pesan misterius adalah Rara dari masa depan yang sudah terjebak lebih dulu.
2. Pertukaran tubuh adalah ritual terakhir untuk mengaktifkan kutukan sepenuhnya.
3. Pakde Anton ternyata tahu segalanya dialah yang menyembunyikan dokumen Dr. Farid dulu.
ADEGAN AKHIR YANG MENGGOYANG
Rara merasakan ingatan asing membanjiri pikirannya
Ia melihat dirinya di masa kecil diajak nenek ke ruang bawah tanah
Teguh ternyata masih hidup dalam wujud berbeda, terkunci di antara dua dunia
Kunci sebenarnya ada di luka bakar berbentuk tangan di pergelangan tangannya
Dengan putus asa, Rara menggoreskan kukunya ke luka itu—
Darahnya yang menetes membuat cermin depan pecah berantakan.
"Tidak mungkin... darah Teguh...?"Nenek Sri tiba-tiba berubah ekspresi.
Rara menyadari kebenaran yang mengerikan:
Ia bukan cucu kandung Sri.Darahnya adalah keturunan langsung Teguh dari garis lain.