BAB 3: PINTU YANG TERKUNCI

295 Kata
Rara menggigit bibirnya sampai nyaris berdarah. Pintu kecil di balik lemari itu memanggilnya. Gembok berkarat itu menggantung seperti mulut yang terkunci rapat, tapi dari celah-celahnya, bau daging membusuk menyengat lebih kuat. "Haruskah aku membukanya?" Pesan misterius di HP-nya jelas memperingatkannya untuk lari. Tapi rasa penasaran dan mungkin juga kutukan rumah ini menarik tangannya untuk menyentuh gembok itu. BRANG! Suara logam berdebum dari lantai bawah. Rara tersentak, jantungnya berdetak kencang. Seseorang atau sesuatu sedang menggedor pintu depan . "Rara! Buka pintu! Aku tahu kau ada di dalam!" Suara laki-laki. Familiar. ...Pakde Anton? Paman dari pihak ayahnya. Tapi kenapa dia datang sekarang? Dan bagaimana dia tahu Rara ada di sini? Dengan langkah terburu-buru, Rara menyembunyikan buku harian nenek di saku jaketnya dan berlari ke lantai bawah. Tapi tepat di depan pintu, nalurinya berteriak . Ada yang salah. 1. Pakde Anton tidak pernah memanggilnya "Rara" dia selalu memakai panggilan "Nduk". 2. Jendela di samping pintu menunjukkan tidak ada orang di luar. Tapi suara gedoran terus berlanjut. "Cepat buka! Dia akan datang!" Rara mundur perlahan. Ini jebakan. Dari lorong belakang, suara gesekan menarik perhatiannya—seperti sesuatu diseret di lantai. Dengan nafas tertahan, Rara mengintip ke arah suara... Dapur. Pintunya terbuka lebar, padahal tadi tertutup. Di tengah ruangan, sebuah kursi kayu terbalik dan di bawahnya, jejak darah merah tua membentuk pola lingkaran, mengarah ke bawah meja. Dan di sana... Sebuah kunci karatan tergantung di gagang laci. Persis seperti ukuran gembok di pintu rahasia. Rara merangkak ke arahnya, tangan gemetar. Tepat saat jarinya menyentuh kunci EEEEKK Suara pintu bergeser dari lantai atas. Seseorang atau sesuatu baru saja keluar dari pintu rahasia itu. Langkah berat mulai berjalan menuruni tangga. Pelankan. Sengaja. Dan HP Rara bergetar lagi. Pesan baru "DIA TURUN. JANGAN BERBALIK. MASUK KE DAPUR & CARI PINTU BAWAH TANAH."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN