Di tengah-tengah hingar bingar nya kota, mikaila menarik gas motornya memecah padatnya lalu lintas di seputaran surabaya itu. dengan gelisah ia kembali mengecek pewaktu yang menlingkar di pergelangan tangan kirinya. Astaga bagaimana ini aku gak tahu kalau akan sampai berjam-jam hanya untuk perawatan seperti itu , dan lagi ada panggilan banyak sekali dari mas Fahri . Mika dengan hati-hati memasukkan motornya ke dalam garasi , tidak membuat banyak suara . ia berusaha keras agar cepat sampai rumah. Apa ia akan marah, haahh .. mustahil mikaila. "EHhmeem..." deheman berasal dari arah belakangku membuat mikaila kaget ketika sedang mengamati dimana suaminya kini . yaa dia di situ rupanya. Mika membalikkan badanya tersenyum canggung. "Mas Fahri , gak bilang kalau hari ini pulang awal" katany

