"Udah, Ma. Nara nggak papa kok" Mama Intan sibuk naik turun tangga demi sang putri tercinta. Kinara demam karena sore tadi gadis itu pulang dalam kondisi basah kuyup, padahal Mama Intan tau kalau Kinara pulang bersama Jovan yang pastinya menggunakan mobil. "Nggak papa gimana, suhu tubuh kamu tinggi banget, Nara. Kita kerumah sakit ya, nunggu Papa pulang sebentar lagi" Nara menggeleng lemah, kompresan sang Mama mungkin sudah cukup untuk menurunkan panas demamnya. Juga, Mama Intan sudah merawatnya dengan penuh kasih sayang. "Besok juga reda panasnya, Mama nggak perlu khawatir ya" Mama Intan menghela nafas, jemari nya mengelus puncak rambut Kinara dengan sayang, wanita itu tersenyum teduh. "Keluarga Mama cuma kamu, Kayana dan Papa. Mama nggak mau kalau sampai kalian kenapa-napa" "Nara

