Myung Dae berharap dia segera mati. Tidak ada oksigen. Ruangan kering. Bahkan dia bisa merasakan tubuhnya seringan bulu. Kondisi dan situasi di sekitarnya gelap, dia sadar, namun dia tidak bisa merasakan apapun kecuali sesak yang semakin menyiksanya. Perlahan, dia merasakan ada oksigen yang masuk, Myung Dae ingin menghirupnya dengan rakus, hanya saja dia tidak bisa. Kelopak matanya bergerak, menunjukan tanda-tanda kalau sebentar lagi dia bisa melihat sesuatu yang lain selain gelap gulita ini. Meski lambat, perlahan pernafasannya mulai teratur dan dia merasa hidup kembali. Saat ingin berbicara sesuatu menghalangi gerak mulutnya. Tangan yang sudah bisa digerakan perlahan menyentuh area mulutnya. Tapi sebelum dia bisa merasakan apa-apa, sebuah tangan lain segera mencegah. Dan saat i

