Aku memandangi Narumi yang sedang mengunyah cemilan pagi ini dengan lahap. Gadis kecilku itu sangat pintar dan pengertian, mengingat sudah tiga hari ini tidak bertemu papanya, dia bahkan tidak merengek atau pun mencari sang papa. Terlebih di apartemenku ini tidak banyak mainan seperti di rumah, namun Rumi tetap merasa enjoy dan nyaman selama tinggal di sini. And, yap! Aku memutuskan untuk memberi punishment pada Mas Abi. Aku meminta waktu agar dia merasakan adanya jarak di antara kami, yang pasti untuk sementara. Hal ini tak serta merta untuk menghukum suamiku, aku hanya ingin dia bisa berpikir lebih jernih dan sadar arti keberadaanku juga anak-anak dalam hidupnya. Tega? Mau nggak mau harus tega, jujur saja aku tidak tega memisahkan anak-anak dengan papanya. Terlebih kemarin Mas Abi jug

