39

2196 Kata

Usai kejadian hari itu aku benar-benar menutup komunikasi dengan Mas Abi. Pria yang berstatus suamiku itu terus-menerus meneror ku. Karena sehari setelah kejutan itu, Mas Abi harus pergi ke Jakarta dengan urusan pekerjaan. Mulai saat itu lah, aku semakin mudah untuk menghindarinya sampai hari ini sudah tiga hari Mas Abi ke luar kota. "Bu, maaf bapak telepon, mau bicara sama ibu." Ujar suster Mila menyodorkan ponselnya padaku. Aku memutar bola mataku malas, melalui suster Mila lah Mas Abi bisa berkomunikasi dengan anak-anak, khususnya Narumi sih yang bisa diajak bicara. Karena Reyhan belum mengerti apa-apa selain tidur dan menangis. Aku berbisik tanpa suara pada suster Mila, "bilang saya lagi ketiduran, ngelonin Reyhan." "Tapi Bu-" "Sus please." Kami masih berbicara lirih, tanpa menghi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN