24

1769 Kata

Aku terpaku melihat Mas Abi berdiri di depan pintu, setelah itu dia buru-buru menutup pintu dan berjalan ke arah kami. Mas Abi masih menatap kami dengan datar, lalu mengukir senyum saat melihat Rumi menghisap payudaraku dengan kuat. "Hei, punya siapa ini kok Rumi nenen?" Ujarnya mencolek pipi Rumi. "Itu punyanya Papa kok dinenen Rumi." Sahut Mas Abi membuat Rumi melepas hisapannya dan menoleh ke Papanya, seketika aku tersenyum melihat kemampuan dia mulai merespon suara-suara kami. Bahkan yang tadinya Rumi sudah hampir tidur, kini dia menatap Mas Abi dengan mata berbinar. Rumi masi terus memandangi wajah Papanya dengan seksama, setelah itu dia mengulas senyum saat Mas Abi mengajaknya bicara. "Hei, Rumi nenen Mama ya? Emang ada susunya? Sotoy banget ini anak bayi." Senyum Rumi semakin l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN