Rutinitas ku dan Mas Abi telah berubah seratus delapan puluh derajat. Kehadiran Rumi membawa perubahan di rumah tangga kami, yang biasanya aku selalu malas - malasan setiap pagi, kini tidak ada lagi waktu untuk itu. Bagaimana tidak, Rumi selalu terbangun setiap menjelang subuh dan akan tertidur kembali saat pukul enam pagi. Awalnya aku kaget dengan penyesuaian waktu tidur anak bayi, namun lama - lama sudah terbiasa juga. Pagi ini aku harus ke toko, dan aku akan mengajak Rumi ke toko. Kemarin sore Suster Mila izin pulang karena anaknya sakit, bertepatan dengan itu Bunda Kinan sedang ke Jakarta mengunjungi Mbak Najwa bersama Ayah Hafiz. Jadi hari ini Rumi hanya akan bersamaku seharian, ah bukan mungkin dengan Papanya juga. "Udah siap? Lho, tidur lagi?" Suara Mas Abi memelan saat melihat R

