Cukup tiga hari ini Rumi di rawat, kini tinggal menunggu Mas Abi yang tengah mengurus administrasi sebelum kami pulang. Ya, kemarin Mas Abi bergegas kembali ke Semarang untungnya dia masih mendapat penerbangan malam itu. Sehingga dini hari sudah menyusulku yang saat itu menunggu Rumi bersama suster Mila dan Adrian. "Sudah selesai, Mas?" Tanyaku saat Mas Abi masuk kamar inap dan berjalan ke kamar mandi untuk cuci tangan. "Udah, nunggu dokter sebentar ya? Dicek sekali lagi." Aku mengangguk lalu Mas Abi berjalan ke arah kami dan menoel pipi Rumi yang tertidur di pelukanku. "Shhttt... Baru merem dia, nggak mau dilepas dari tadi." Ujarku pelan agar tidak membangunkan Rumi yang baru tertidur. "Kok nempel gini sih sama Mamanya. Lucu banget tidurnya." "Kayak Mas Abi ya kalau tidur kudu nempel

