"Reyhan Bunda ajak keluar ya, Ghan? Kamu kelonin si Rumi dulu." Kata Bunda saat mengambil alih Reyhan dari pangkuanku. Aku pun lalu merebahkan diri mencari posisi yang pas untuk meluruskan tubuh, rasanya pegal kelamaan duduk menyambut keluarga besar kami dari Semarang. Menjelang kelahiran Reyhan kemarin Mas Abi segera memberikan kabar pada keluarga kami di Semarang, karena ada sedikit masalah jadi rombongan dari keluarga Mas Abi baru sampai setelah tiga hari kelahiran Reyhan, putra kami. Di hari kedua setelah melahirkan aku telah diperbolehkan pulang dari pihak rumah sakit. Perasaan haru dan bahagia menyelimuti keluarga besar kami. Sambutan dari keluarga besar sungguh membuatku merasa diperlakukan layaknya seorang ratu. Bahkan, aku tidak kebagian menguasai pangeran kecilku terkecuali s

