Pukul satu dini hari mobil Mas Abi memasuki halaman rumah Bapak. Sengaja sore tadi aku tidur lebih awal agar bisa menunggu kedatangannya. Beruntung sekali Ganendra dan Bapak sedang begadang menonton pertandingan bola, sehingga aku tidak sendiri untuk menyambut kedatangan suamiku. Dengan langkah penuh bahagia aku berjalan ke depan mengikuti Bapak yang lebih dulu membuka pintu untuk menantu kesayangan beliau, ya bagaimana tidak kesayangan menantu bapak juga baru satu, sudah pasti kesayangan. "Lho, kok belum tidur?" Aku tersenyum manis tanpa membalas pertanyaan Mas Abi yang berjalan ke arahku setelah menyalami bapak dengan santun. Aku segera merentangkan tangan untuk berhambur ke pelukannya, namun Mas Abi mencegahku dan mengatakan kalau dia masih kotor belum membersihkan diri. Akhirnya ma

