Semesta pun ikut berduka, satu persatu pelayat mulai pergi, ku tatap kedua gundukan tanah yang baru saja kami taburi bunga. Gendhis Febriana dan Samudra Alvian Mereka pasangan sejati, bahkan dengan teganya meninggalkan bayi mungil mereka yang masih membutuhkan mommy dan daddynya. Semalam pun mereka pergi tanpa menanti kedatangan kami untuk mengucapkan sepatah kata, Mbak Gendhis dinyatakan meninggal di tempat dan Mas Vian kehilangan nyawanya saat perjalanan ke rumah sakit, entah kejadiannya seperti apa aku tak ingin tahu lebih jelasnya, karena aku sendiri sudah tidak sanggup menguasai diriku untuk menerima kabar buruk ini. Mbak Gendhis jahat! Mbak nggak kasihan sama Rumi mbak?! Walaupun aku menyayangi dia layaknya seperti anakku sendiri, tapi Rumi pasti juga ingin merasakan kasih sayang

