"Bagaimana saya bisa mengizinkan kalau Rumi saja masih mempunyai kakek nenek yang lengkap?!" Aku menarik nafasku dalam-dalam, sepertinya tebakanku tepat, akan sulit untuk membawa Rumi masuk kedalam rumah tanggaku dan Mas Abi. "Sam-" Suara Ayah Hafiz menyela, namun tak ada kesempatan saat Om Sam memotongnya kembali. "Fiz, saya mohon ini keluarga saya, saya masih sanggup untuk menghidupi cucu kami satu-satunya. Kalian boleh, boleh merawat Rumi tapi tidak dengan membawa Rumi atau mengadopsinya, karena saya masih hidup." Suara Om Samuel masih dengan tegasnya, ku urungkan untuk bergabung dengan mereka, ku intip hanya para lelaki yang ada. Ku dudukkan diriku di pinggir tangga, aku harus bagaimana? Aku bimbang dan satu sisi Om Sam lah yang berhak, meskipun Mbak Gendhis telah memintaku untuk m

