20

1420 Kata

Satu minggu sudah sejak kepergian Mbak Gendhis, semua kembali berjalan dengan normal, anak-anak toko tetap bekerja semestinya walaupun sering kali terlihat wajah sendu dari mereka jika teringat sosok Mbak Gendhis yang biasa datang ke toko. Setiap harinya aku selalu menyempatkan diri untuk menjenguk Narumi di rumah Om Sam, walaupun tidak mendapat sambutan hangat dari Om Sam, tapi aku selalu berusaha untuk memberikan perhatianku pada bayi cantik itu. Berbeda dengan Tante Ana, keadaan beliau masih belum membaik, bahkan beliau juga sudah setuju jika Rumi bersamaku, hanya saja Om Sam masih keras melarang. Sore ini sepulang kerja aku dan Mas Abi mengunjungi Rumi, siang tadi suster Mila mengatakan kalau Rumi agak rewel. Entah ada apa dengan bayi itu, sehingga aku dan Mas Abi bergegas ke sana.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN