Violeta dan wanita yang ditabraknya sama-sama terkejut dan terbelalak. “Kalau aku tau yang kutabrak itu adalah kamu, udah pasti aku buat kamu patah pinggang!” Violeta berkata dengan tegas. “Dasar anak gak tau diri! Kamu itu harus hormat sama aku karna aku ini adalah ibumu!” sang wanita tak kalah tegas. “What? Ibuku? Cuih … najis! Ibuku cuma satu dan beliau udah meninggal. Kalau kamu … sekalinya Mak Lampir selamanya akan menjadi Mak Lampir. Paham!” “Vio, mulutmu emang harus dicabein, sangat kurang ajar kayak orang gak berpendidikan!” “Kan aku emang gak berpendidikan. Aku gak kuliah itu semua gara-gara kamu, Mak Lampir!” Violeta terus beradu mulut dengan Bianca, sang ibu tiri. Namun, perdebatan mereka terhenti karena kehadiran Vito. Vito menatap Violeta dengan tatapan dingin, dia seol

