A Trap

1105 Kata

Eric merasa linglung, dia masih tidak bisa mengingat apapun, termasuk bagaimana dia bisa menggunakan sihirnya. Ketukan pintu kamarnya membuat dia terpaksa terbangun, Ethan membuka pintu kamarnya. Eric menggeliat, tersenyum menatap seseorang yang katanya ‘adiknya’. “Hai, morning.” Ethan menyapa dengan senyuman serta membawa teh hangat. Eric menatapnya dengan setengah tidak percaya dengan semua ini. Dia tidak menyangka jika dia berada dalam keluarga ini dan sebagai kakak dari tiga adik. Eric mencoba untuk melepaskan kebingungannya dan menerima keadaan. Dia tersenyum kepada Ethan sembari mengerjapkan matanya. “Hai,” ucap Eric. Rasanya familiar meski ada sedikit rasa asing. Saat mereka berkaca bersama pada cermin besar, Eric bisa melihat dengan jelas jika wajah Ethan ada kemiripan dengann

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN