Cahaya mentari masuk menerangi sebuah kamar, dimana di dalamnya, sepasang suami istri saling memeluk satu sama lain dengan tubuh yang sama-sama telanjang. Safira terusik, Safira membuka matanya perlahan, begitu matanya terbuka sempurna hal pertama yang Safira lihat adalah wajah tenang Nathan saat tertidur. Safira menatap Nathan terkejut, jadi semalam itu bukan mimpi, Safira menutup mulutnya tidak percaya, dengan pelan Safira membuka selimut. Safira melihat badannya yang polos, tanda di sekujur tubuhnya dan darah keperawanannya yang menodai seprai, sudah jelas membuktikan kalau itu nyata. Safira tertegun, haruskah dia senang atau sedih, Safira tidak tau, namun nasi sudah menjadi bubur, dan waktu tidak bisa di putar kembali. Tapi setidaknya Safira tidak akan berdosa karena Safira melakukan

