Leon Bersenang-senang

1592 Kata

“Nah ini baru enak!” seru Bagus ketika Bella menyodorkan americano kepadanya. “Tapi, kok tumben, Bel? Lu rajin beliin gue kopi sekarang?” tanyanya sambil tersenyum sedikit malu. Dipandanginya lelaki yang bertingkah aneh di depannya ini. “Bukan gue yang ngasih. Tuh ada pelanggan yang ngebeliin kopi,” katanya lagi. Raut kecewa terlihat jelas di wajah Bagus. “Kirain dari elu,” kata Bagus sambil memandang kopi di tangannya. Tau gini, apa mending dibuang saja, ya? “Sama aja. Gue ngasih ke elu kan pke tangan gue, Gus. Udah minum aja, sayang buang-buang rezeki. Nggak berkah entar.” “Kenapa nggak lu minum sendiri, Bel.” “Udah, kok. Tuh!” tunjuk Bella ke kulkas, padahal yang di kulkas adalah kopi kemarin. Bagus menganggukkan kepala. Dipandanginya kopi di tangannya. Nggak baik menolak rezeki, k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN