"Leonel?" Suara itu... terdengar seperti gema dari masa lalu yang tidak pernah benar-benar pergi. Aku membuka mata perlahan. Nafasku terasa berat. Dunia di sekelilingku seolah berhenti lagi. Dan kali ini... lebih nyata. Lebih dekat. Lebih tidak bisa aku hindari. Leonel menatap pria di depannya dengan bingung. Matanya bergerak dari wajah mas Alvin... ke arahku... lalu kembali lagi. Seolah mencoba memahami sesuatu yang bahkan belum pernah benar-benar aku jelaskan padanya. "I-iya, Oom..." jawab Leonel pelan. Mas Alvin tersenyum. Tapi itu bukan senyum bahagia. Itu senyum yang... penuh rasa yang terlalu lama dipendam. Tangannya terangkat, seolah ingin menyentuh. Tapi berhenti di udara. Ragu. Takut. Seperti ada batas yang dia sendiri tidak berani lewati. "Nak..." suaranya serak. "Kamu lupa

