Malam turun perlahan, menyelimuti rumah itu dengan ketenangan yang hampir terasa tidak nyata. Lampu ruang keluarga menyala redup. Suara televisi hanya menjadi latar samar tanpa benar-benar ditonton siapa pun. Haris duduk di lantai kamar Leonel, bersandar pada sisi tempat tidur kecil itu, sementara bocah laki-laki itu sudah tertidur pulas setelah lelah bermain. Tangan Haris masih menggenggam dinosaurus plastik kecil berwarna hijau. Mainan murah. Tapi entah kenapa terasa berat di tangannya. Dia menatap wajah Leonel lama sekali. Napas anak itu teratur. Damai. Tidak tahu apa pun tentang dunia orang dewasa yang penuh rahasia dan kebohongan yang disamarkan sebagai kebaikan. Haris mengusap pelan rambut Leonel. "Papa harap... kamu selalu bahagia, Nak. Dan tidak kekurangan kasih sayang sekalip

