Haris langsung menegang mendengar apa yang baru saja di katakan bocah kecil itu. Raut wajahnya berubah. Bukan lagi sekadar cemas... tapi ada sesuatu yang lebih dalam dari itu. Kekhawatiran yang refleks, yang muncul tanpa dia sempat memikirkannya terlebih dulu. "Kenapa gak bilang dari tadi, Nak?" suaranya sedikit meninggi, bukan marah... tapi panik. Leonel menunduk dia terdiam. "Leon takut papa gak mau masuk..." bisiknya pelan. Kalimat itu seperti menusuk tepat di d**a Haris. Dia menghela napas panjang, mencoba menenangkan dirinya sendiri sebelum akhirnya membuka pintu mobil. "Ayo," ucapnya singkat. Tanpa menunggu lagi, Leonel langsung turun dan menggandeng tangan Haris erat, seperti takut kalau pria itu berubah pikiran di detik berikutnya. Pintu rumah terbuka perlahan. Aroma yang fam

