Setelah mengantarkan si kembar ke kamarnya, Genta pun akan langsung pamit pulang. Karena dirinya merasa kikuk dengan keadaannya sekarang. Dia masih malu sendiri untuk bertemu dengan mamanya. Dia ingin mengatakan sesuatu, tapi ternyata sulit. Tak semudah apa yang dia bayangkan. “ Mba Minah saya langsung pamit pulang ya.” “ Kenapa ngga nanti aja tuan. Bu Ammara lagi masak lho tuan untuk makan malam. Jadi apa ngga lebih baik tuan makan malam disini aja. Anak-anak pasti juga senang kalau tahu papanya makan malam disini.” Tahan Minah. “ Nggalah mba, aku langsung pulang aja. Aku masih ada urusan.” Tolak Genta. “ Apa karena kamu belum bisa memaafkan kesalahan mama ta.” Tanya mamanya yang tiba-tiba datang. “ Bu Ammara.” “ Ngga kok, Genta memang masih ada urusan jadi Genta ngga bisa lama-lam

