36. TTAS

1914 Kata

Rifki dan Syfa tetap saja pergi dari sana, mereka tak lagi menghiraukan segala panggilan dan ucapan Genta yang bagi mereka semakin ngelantur. Setelah kepergian Syfa, Genta punterlihat begitu menyedihkan dia tak menyangka kalau inilah respon yang Syfa berikan padanya setelah sekian lama tak pernah bertemu. Dia tak menyangka kalau Syfa benar-benar sudah melupakannya. Pak Seto yang dari tadi mendengar dan melihat kejadian itu pu tak faham. Tapi sedikit demi sedikit dia pen menebak-nebak. “ Mas Genta apa mas Genta baik-baik saja.” Tanyanya ketika melihat Genta terduduk di lantai. “ Bagiamana mungkin saya baik-baik saja pak. Orang yang saya cintai benar-benar sudah melupakan saya begitu saja. Dia menghapus segala memori tentang saya. Mungkin baginya saya adalah mimpi buruk yang hadir dalam ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN