13. TTAS

2300 Kata
Keadaan pun sudah mulai membaik setelah hampir setahun kepergian Bilqis ke Australia. Papanya pun selalu memberitahukan keadaan Bilqis pada Genta dan Fariz. Walaupun Bilqis pergi jauh, tapi dia tetap berkomunikasi dengan kedua kakaknya. Apalagi dengan Fariz, hampir setiap hari karena mereka berdua memang sedang bekerjasama dalam merintis usaha. Genta pun selalu melihat perkembangan tentang Syfa, wanita yang telah ditabrak oleh adiknya. Genta merasa kasihan setelah mendapatkan kabar bahwa wanita yang adiknya tabrak mengalami kebutaan. Apalagi Syfa yang tadinya seorang pelukis hebat pun berhenti dikarenakan kebutaan yang ia dapatkan akibat dari kecelakaan yang terjadi padanya. Dia pun menyewa orang untuk selalu mengawasi dan memberitahukan perkembangan tentang Syfa, tapi setelah Syfa kembali kerumahnya, Genta tak dapat lagi mendengar kabar tentang Syfa. Karena papa Syfalah yang memblokir semua berita tentang anaknya, dia tak ingin anaknya menjadi bahan pemberitaan di media. Sebenarnya, Genta takut berurusan dengan Haziq setelah apa yang papanya ceritakan. Tapi dia merasa penasaran dengan keadaan Syfa yang langsung hilang begitu saja. Dan ternyata takdir membuat Genta berurusan dengan Haziq. Ternyata tanpa sepengetahuan Genta, orang kepercayaannya yang bernama Arif telah melakukan kerjasama dengan perusahaan Haziq. Sebenarnya Genta tahu kerjasama itu, tapi dia tak mengetahui kalau perusahaan yang bekerjasama dengan firma hukumnya adalah perusahaan Haziq. Awalnya Genta khawatir, tapi diatak bisa mundur, karena semua sudah terlanjur terjadi. Dan syukurnya selama Genta bekerjasama dengan Haziq, tak pernah terjadi masalah apapun. Haziq pun tak mengetahui siapa kelauarga Genta. Bahkan sekarang mereka terlihat akrab, karena Gentalah yang membantu mengurus segala kuasa hukum atas kerjasama yang Haziq lakukan dengan berbagai perusahaan lainnya. Sering juga Genta diundang makan malam oleh Haziq, karena bagi Haziq Genta sudah seperti keluarganya. “ Makasih ya om, karena om sudah sering banget ngundang Genta untuk makan bersama seperti ini.” Ucapnya saat sedang makan malam bersama para pekerjanya dan pekerja perusahaan Haziq. “ Kenapa kamu masih sungkan seperti ini ta, kita ngga kenal sebentar. Om sudah anggap kamu seperti anak om sendiri. Apalagi kamu dan pekerja kamu sudah sangat membantu om untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di perusahaan om.” “ Itu sudah menjadi tugas Genta dan yang lainnya om. Jadi om jangan khawatirkan itu. Pasti kita akan membantu selama kita masih mampu.” Jawabnya. “ Om yakin sebenarnya kamu pasti sibuk sekali kan, karena ngga mungkin orang seperti kamu ini berdiam diri. Om salut dengan perkembangan firma hukummu ta. Om yakin kelak firma hukummu ini adalah yang terbaik di Indonesia.” Ungkap Haiq. “ Amin, makasih atas doanya om. Ini semua pun berkat bantuan dan kepercayaan om dan yang lainnya.” Jawab Genta. Tiba-tiba ponsel Genta berdering, dia terkejut saat melihat nama papanyalah yang tertera di layar ponselnya. “ Om, Genta permisi dulu mau angkat telfon.” Pamitnya. Genta pun keluar dari restoran, karena dia takut ada yang mendengarkan percakapannya dengan papanya. “ Halo Assalamualaikum pa.” Salamnya. “ Waalaikumsalam. Ta.” Balas papanya dengan suara yang terdengar cemas. “ Ada apa papa telfon Genta malam-malam begini. Kenapa suara papa terdengar cemas pa. Apa ada masalah.” Tanya Genta. “ Apa kamu bisa pulang dulu ke Australia ta.” Tanya papanya. “ Kenapa pa, apa ada masalah.” Tanya Genta yang terkejut karena papanya menyuruhnya datang. “ Memang ada masalah ta, Bilqis sudah tahu semuanya. Dia tahu keadaan Syfa sekarang.” Jawab papanya. “ Apa!! Bagaimana Bilqis bisa tahu, siapa yang memberitahukannya pa.” Tanya Genta sambil melihat-lihat ke sekelilingnya. Karena ia takut ada yang mendengar ucapannya. “ Dia tahu dari salah satu temannya yang ada di Indonesia. Bantu papa untuk membujuk Bilqis ta. Papa sudah ngga tahu lagi apa yang harus papa lakukan.” Ucap papanya yang terdengar sudah frustasi. “ Papa tenang aja, Genta janji kalau Genta dan Fariz akan segera kesana. Genta harap papa jangan khawatir seperti ini. Kita harus yakin kalau semuaya akan baik-baik saja.” Ucapnya. “ Papa percaya padamu dan Fariz. Papa akan tunggu kalian pulang. Assalamualaikum ta.” Salam papa. “ Waalaikumsalam.” Pamitnya yang langsung menutup telfonnya. Wajah frustasi pun langsung terlihat di wajah Genta. Saat ia kembali ke dalam restoran dia langsung memanggil Arif dan membawanya keluar. Genta meminta bantuan pada Arif, agar dia mengurus keberangkatan Genta ke Australia besok pagi. Genta pun meminta Arif menggantikan pekerjaannya selama dia pergi. Dan ternyata perubahan raut wajah Genta pun diperhatikan oleh Haiq. Dia langung mengikuti Genta keluar. Dan mendengarkan beberapa percakapan Genta dan Arif. “ Apa terjadi masalah ta.” Tanya Haziq Genta pun terkejut, karena tiba-tiba Haziq ada dibelakangnya. “ Owh ngga ada masalah apa-apa kok om.” Jawab Genta. “ Tapi tadi om dengar kalau kamu mau pergi ke Australia. Untuk apa kamu pergi kesana.” Tanya Haziq. “ Owh itu. Tadi Genta mendapatkan kabar dari keluarga yang ada di Australia, bahwa adik Genta lagi sakit om. Jadi Genta harus segera kesana. Maka dari itu Genta lagi minta bantuan Arif untuk membantu mengurus semua pekerjaan Genta selama Genta pergi.” Jawabnya. “ Owh jadi begitu. Kalau memang menyangkut tentang keluarga kamu memang harus mendahulukannya ta. Mereka bagian terpenting dalam hidup kamu.” Nasehat Haziq. “ Om benar, keluarga memang penting. Makasih ya om udah kasih nasehat yang berharga untuk Genta.” “ Apaan sih kamu ta, itu hanya ucapan sederhana. Terus kapan kamu berangkat.” Tanya Haziq. “ Besok pagi om, karena Genta takut kalau terjadi sesuatu pada adik Genta. Oh iya om. Genta minta maaf ya, keliatannya Genta harus pulang dulu, untuk menyiapkan keberangkatan Genta ke Australia.” Pamitnya. “ Oh iya ngga papa ta, selesaikan urusanmu dulu saja.” balasnya. “ Assalamulaiakum.” Salamnya dengan menyalami tangan Haziq. “ Waalaikumsalam.” Balas Haziq dan Arif. Genta pun langsung mengabari Fariz dan menyuruh Fariz untuk bersiap juga berangkat ke Australia. *** Sesampainya di rumah yang ada di Australia Genta dan Fariz pun langsung di suguhi dengan suasana yang tak menyenangkan. Karena mereka melihat papanya dan Bilqis sedang bertengkar. “ Papa ngga bisa melarang Bilqis seperti ini pa, biarkan Bilqis pergi. Sudah cukup papa menutupi semuanya dari Bilqis pa. Papa ngga mengerti perasaan Bilqis, papa hanya memetingkan perasaan papa sendiri.” Teriak Bilqis. Genta yang tak tahan melihat semua itu pun langsung berlari menuju papa dan adiknya. Dan tanpa di duga Genta langsung saja menampar Bilqis. PLAK. Papa dan Fariz terkejut dengan apa yang Genta lakukan. Bilqis pun langsung memegang pipinya akibat tamparan Genta. Ia terkejut tiba-tiba ada yang menamparnya. “ Kakak.” Ucap Bilqis dengan mata yang berkaca-kaca. “ Jangan pernah kamu bicara kasar seperti itu pada papa qis. Ingat dia orang tua kita. Kamu ngga pantas melakukan ini.” Ucap Genta. “ Kenapa Bilqis ngga boleh marah dengan apa yang sudah kalian lakukan pada Bilqis. Kalian semua tega membohongi Bilqis, kalian bilang Syfa baik-baik saja tapi apa nyatanya dia buta kak, dia buta karena ulah Bilqis kak. Bilqis yang sudah membuatnya buta. Bilqis harus bertanggung jawab atas perbuatan Bilqis kak.” Teriak Bilqis. Genta langsung memegang kedua lengan Bilqis dengan erat. “ Dengarkan kakak baik-baik qis, kakak tahu kamu merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada Syfa. Tapi semua itu sudah terjadi dan ngga akan pernah bisa di ubah. Memang kita semua salah karena menutupi masalah ini dari kamu. Tapi kita melakukan ini karena untuk kebaikanmu qis.” Ucap Genta. “ Kebaikan apa kak. Justru kalian membuat Bilqis semakin merasa bersalah. Harusnya Bilqis mempertanggungkan perbuatan Bilqis, bukan hidup enak seperti ini dan membiarkan Syfa menderita.” Tanya Bilqis. “  Apa kamu akan bicara seperti ini setelah kamu tahu cerita yang sebenarnya.” Tanya balik Genta. Bilqis mengerutkan dahinya karena bingung mendengar ucapan Genta. “ Apa maksud kakak.” Tanya Bilqis. “ Genta hentikan omong kosongmu.” Ucap papanya yang marah karena Genta mau membuka masa lalunya pada Bilqis. “ Bilqis berhak tahu pa, dia juga anak papa. Apalagi Bilqis seenaknya saja melukai hati papa tanpa tahu sebab yang sebenarnya.” Jawab Genta yang tak tahan melihat adiknya yang keras kepala ini. “ Bilang pada Bilqis pa, apa yang sebenarnya terjadi. Apa yang papa sembunyikan dari Bilqis pa. Apa pa.” Tanya Bilqis yang langsung melepaskan cengkraman kakaknya, dan beralih mendekati papanya. Akhirnya mengalirlah cerita tentang masa lalu Haikal dan Haziq. Tapi papanya memang tak menceritakan yang masalah mamanya. Karena ia tak ingin putrinya terluka lebih dalam. Setelah mendengarkan cerita yang sebenarnya, Bilqis pun mengerti mengapa papanya menutupi semua ini darinya. “ Apa sekarang kamu mengerti kenapa kita melarang kamu.” Tanya Fariz pada Bilqis. “ Kita khawatir padamu Qis, kita takut kalau Haziq akan melukaimu dan akan terus-terusan membuat papa menderita lagi seperti dulu. Tolong qis mengertilah kenapa kita melakukan semua ini.” Balas Genta. “ Papa tahu apa yang papa lakukan itu memang salah. Papa tahu ngga seharusnya papa menghanguskan semua bukti tentang kecelakaan itu. Tapi papa hanya takut kalau Haziq akan menyakitimu. Papa ngga masalah kalau kamu mempertanggung jawabkannya qis. Tapi papa tahu bagaimana watak Haziq. Dia ngga akan membiarkanmu begitu saja. Karena kamu sudah membuat anaknya terluka. Dia bisa melakukan hal yang lebih parah sayang. Jadi papa mohon ikutlah cara papa nak.” Pinta Haikal. “ Bilqis mengerti dengan semua ini pa, Bilqis paham tapi mau bagaimanapun Bilqis ngga bisa berdiam seperti ini aja pa. Bilqis harus melakukan sesuatu untuk membantu Syfa kembali seperti dulu pa. Bilqis akan turuti cara papa, tapi Bilqis mohon pa bantu Bilqis mengurangi rasa bersalah Bilqis ini.” Pintanya. Papanya pun bingung apa yang harus dia lakukan untuk membantu Bilqis mengembalikkan Syfa seperti dulu. Haikal pun berjanji pada Bilqis bahwa dia akan membantu Syfa kembali seperti dulu. *** Keesokan harinya keadaan pun mulai tenang, Bilqis yang sudah tahu semuanya pun diam tak lagi dia emosi seperti tadi. Tiba-tiba Genta di panggil papanya di ruang kerja. “ Pa, apa papa manggil Genta.” Tanyanya yang baru masuk ruang kerja sang papa. “ Iya ta, ada hal yang ingin papa bicarakan denganmu.” Ucap papanya. “ Memangnya apa yang ingin papa bicarakan dengan Genta, kenapa keliatan serius banget pa.” Tanyanya. “ Ta, apa kamu mau menolong keluarga kita, terutama menolong Bilqis.” Tanya papanya. Genta bingung mendengar pertanyaan papanya yang menurutnya lucu. “ Kenapa papa tanya seperti itu. Jelas Genta mau menolong keluarga kita. Apalagi Bilqis pa. Dia adik Genta, dia penting bagi Genta. Genta pun sudah berjanji pada diri Genta sendiri kalau apapun yang terjadi Genta akan melindungi Bilqis pa.” Jawabnya. “ Walaupun kamu harus mengorbankan kebahagiaan dan dirimu.” Tanya papanya. “ Kenapa papa tanya seperti ini pa. Kalianlah kebahagiaan Genta. Melihat kalian bahagia itu pun suatu kebahagiaan bagi Genta.” Jawabnya. “ Papa sudah memfikirkan salah satu cara agar rasa bersalah Bilqis bisa sedikit berkurang ta. Kita harus membantunya, kita harus membuat Syfa bahagia dan kembali seperti Syfa yang dulu. Hanya dengan cara itu hidup Bilqis pun bisa tenang ta.” Ucap papanya. “ Memang benar yang papa katakan, tapi bagaimana caranya pa. Apa yang harus kita lakukan untuk semua itu.” Tanya Genta. Papa Genta memegang pundak putranya. “ Dekati dia ta, nikahi Syfa dan buatlah dia bahagia. Hanya kamu yang bisa papa harapkan.” Ucap papanya. Dan tiba-tiba tubuh Genta pun lemas mendengarkan permintaan papanya. Dia takut salah dengar, tapi melihat raut wajah serius sang papa pun Genta tak bisa berkata apa-apa. “ Papa tahu permintaan papa begitu berat untuk kamu kabulkan. Tapi papa ngga tahu dengan cara apa kita mengabulkan permintaan Bilqis.” “ Apa menurut papa hanya cara itu yang bisa kita lakukan, apa ngga ada cara lain. Dan kenapa harus Genta yang melakukan ini semua pa.” Tanya Genta yang masih shock dengan permintaan papanya. “ Seperti yang papa bilang ta, hanya itu saja cara yang papa tahu. Dan kenapa harus kamu, mungkin kamu pun sudah tahu alasannya ta. Papa ngga mungkin meminta bantuan pada Fariz. Kalau papa meminta bantuan pada Fariz sama saja papa melukai hati anak papa lagi. Kamu tahu sendiri kan kalau Fariz dan Bilqis saling menyukai, mereka saling mencintai. Jadi apa jadinya Bilqis kalau papa menyuruh Fariz mendekati dan menikah dengan Syfa. Maafkan papa kalau permintaan papa ini menyulitkanmu ta. Atau jangan-jangan kamu sudah memiliki wanita yang kamu cintai.” Tanya papanya. Genta pun berdiri dan menjauh dari papanya. Hatinya begitu sakit mendengarkan ucapan papanya. Selama ini dirinya memang orang yang tertutup. Jarang ia menceritakan tentang perasaannya pada keluarganya. Apalagi untuk masalah jatuh cinta. Karena hanya dia dan Allah yang tahu tentang perasaannya. “ Kenapa papa hanya memfikirkan masalah Bilqis dan Fariz. Apa papa ngga tahu permintaan papa benar-benar melukai hati Genta. Tapi Genta pun tak bisa mematahkan harapan papa yang begitu besar pada Genta pa. Apalah daya Genta untuk menolaknya. Karena mau Genta menolak atau menerimanya pun hasilnya akan tetap sama, karena Genta tak akan mungkin bisa bersama dengan wanita yang Genta cintai, Karena Bilqis wanita sekaligus wanita yang Genta cintai sudah memilih laki-laki yang dicintai dan mencintainya. Apa memang sudah di takdirkan kalau sampai kapanpun Genta tak akan menemukan cinta sejati.” Batinnya dengan hati yang begitu terluka. “ ta” Panggil papanya. “ Tapi kalau memang berat untukmu melakukannya pun, papa ngga akan memaksa ta. Papa pun ngga ingin membuatmu dalam bahaya seperti ini. Tapi papa sudah benar-benar bingung karena kita sudah masuk lingkungan Haziq lagi.” Ucap papanya. “ Pa, papa jangan bicara seperti itu. Insyaallah Genta akan membantu papa. Genta tahu kenapa papa memikirkan hal ini. Dan papa tenang aja, hati Genta hanya Genta serahkan untuk keluarga Genta. Genta ingin semuanya bahagia. Dan jika memang ini salah satu jalan yang harus Genta lakukan, pasti akan Genta lakukan. Karena Genta yakin semua ini ada campur tangan Allah. Pasti Allah ingin menunjukkan sesuatu pada kita.” Balas Genta. Papanya pun langsung memeluk Genta, dia bahagia sekaligus terharu mendengar jawaban Genta. “ Papa tahu kalau Genta memang anak yang baik. Papa sangat menyayangimu ta. Papa ngga akan membiarkan Genta sendirian. Papa akan selalu mengawasi Genta saat Genta sedang melakukan ini. Papa ngga akan membiarkan Genta dalam bahaya nak. Tapi ta, bagaimana caranya kamu mendekati Syfa.” Tanya papanya. “ Untuk masalah itu, papa ngga perlu khawatir. Genta akan melakukan dengan cara Genta sendiri. Saat ini pun Genta lumayan dekat dengan Om Haziq karena kita ada kerjasama. Jadi akan mudah bagi Genta mendekati Syfa pa. Insyaallah Genta akan jaga diri.” “ Makasih ya ta, kamu sudah banyak berkorban untuk keluarga kita.” Ucap papanya yang kembali memeluk Genta. “ Jangan bicara seperti itu pa, apa yang Genta lakukan ngga sebanding dengan pengorbanan yang sudah papa berikan untukkeluarga kita.” Balasnya. “ Aku tak tahu apa yang akan terjadi kedepannya pada hidupku, Kali ini aku hanya bisa pasrah dengan jalan hidup yang aku sendiri pun tak tahu arahnya. Mungkin aku akan berhasil memiliki Syfa, tapi mungkin kelak hanya ragakulah miliknya karena hatiku telah terisi oleh wanita separuh masaku. Kakak akan tetap mencintaimu Bilqis, kakak melakukan ini agar kamu bisa bahagia.” Batin Genta dalam pelukan papanya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN