Genta dan Fariz melihat kesedihan di wajah papanya. Mereka pun tahu kalau Haziq salah satu musuh bisnis papanya yang paling sulit dikalahkan. Tapi mereka pun sebenarnya penasaran, karena pasti ada kisah masa lalu yang membuat mereka menjadi bermusuhan seperti saat ini. Selama mereka di Indonesia pun Haikal menyuruh Genta dan Fariz menutupi identitas mereka tentang orang tua angkat mereka. Dan tak membawa-bawa nama Haikal dalam segala urusan apapun. Karena Haikal takut kalau sampai Haziq atau musuh yang lainnya menyakiti Genta dan Fariz saat mereka tahu siapa orang tua angkatnya.
“ Pa, apa yang sebenarnya papa sembunyikan dari kita. Kenapa papa selalu menjauhkan diri jika sudah berurusan dengan seseorang yang bernama Haziq.” Tanya Genta.
“ Kalian tak perlu tahu, yang jelas papa mohon pada kalian, jangan pernah berurusan dengan mereka.” Pinta Haikal.
“ Tapi Genta mohon beri alasan pada kita kenapa papa sampai melakukan hal sejauh ini pa. Agar kita pun bisa mengerti dan membantu papa.” Tanya Fariz.
“ Benar yang di katakan Fariz pa, selama papa diam maka kita tak bisa membantu apapun. Apalagi masalah yang saat ini sedang kita hadapi bukan masalah kecil.” Ujar Genta.
Tatapan Haikal terlihat sendu, dia terus memandangi wajah putranya. “ Papa akan menceritakan semuanya pada kalian, tapi kalian janji setelah papa menceritakan ini kalian harus lebih berhati-hati dengan Haiziq.” Jawab Haikal.
“ Kita janji pa, kita akan lebih hati-hati.” Balas Genta.
“ Dulu Haziq memiliki adik perempuan, nama adik perempuannya adalah Nuri. Tapi sekarang dia sudah meninggal. Nuri meninggal karenabunuh diri.” Ungkap Haikal.
“ Bunuh diri, kenapa dia sampai bunuh diri. Dan ada hubungan apa dengan papa.” Tanya Genta.
“ Nuri seorang perempuan yang baik dan mudah akrab dengan orang. Banyak orang yang menyukainya. Papa pun berteman dengannya, karena kita berada dalam satu organisasi yang sama. Jadi papa dekat dengannya, tapi ternyata kedekatan papa dengannya membuat adanya kesalahpahaman. Padahal papa hanya menganggapnya sebagai teman dan tak lebih dari pada itu, tapi ternyata dia mengira kalau papa menyukainya. Papa terus menolaknya, karena papa sudah mencintai mamamu dan bersama dengannya, jadi tak mungkin papa mencintai Nuri. Dan ternyata karena cintanya yang papa tolak keadaannya memburuk dan kacau. Papa pun mulai jarang bertemu dengan dia di kampus.” Ungkap papanya.
“ Memangnya dia kemana pa, apa yang terjadi padanya setelah itu.” Tanya Fariz yang penasaran.
“ Papa pun ngga tahu kemana perginya dia. Dan kalau ngga salah dulu sekitar dua bulan perginya Nuri, tiba-tiba kakaknya yang tak lain adalah Haziq menghampiri papa. Dia bersama orang-orang suruhannya memukuli papa. Awalnya papa bingung kenapa dia sampai memukuli papa seperti ini. Tapi setelah dia mengatakan keadaaan Nuri, papa baru faham. Papa benar-benar merasa bersalah dengan keadaan Nuri. Tapi papa pun tak bisa berbuat apa-apa. Papa tak mungkin meninggalkan mama kalian, papa pun berusaha mencari tahu keberadaan Nuri. Tapi ternyata Nuri sudah di bawa pergi oleh keluarganya. Dan beberapa bulan kemudian papa mendengar kabar Nuri dari teman papa, katanya keadaan Nuri semakin memburuk. Bahkan keluarganya membawanya ke rumah sakit jiwa karena mereka tak lagi sanggup mengobatI Nuri. Papa mencoba menemui Nuri di ru,ah sakit jiwa, karena papa merasa bertanggung jawab akan keadaanya sekarang. Saat papa menemuinya, dia pun langsung kabur dari rumah sakit jiwa dan papa serta yang lainnya pun mencari keberadaaanya. Namun papa sangat menyesal karena saat papa menemukannya, awalnya papa fikir papa mau meninta maaf padanya dan membuat dia menjadi lebih baik, tapi ternyata sebaliknya. Betapa terkejut dan takutnya papa saat itu, karena di depan mata kepala papa sendiri Nuri bunuh diri, dia menjatuhkan dirinya ke jurang yang tak jauh dari rumah sakit jiwa.” Ungkap Haikal dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
“ Ya Allah kenapa bisa ada orang mengalamii ganguan jiwa karena mencintai seseorang. Ternyata cinta pun bisa membuat masalah untuk kehidupan kita.” Ujar Genta.
“ Papa berusaha menolongnya, tapi hasilnya nihil. Nuri tetap tak bisa diselamatkan. Dan ternyata Haziq berada disana, dia pun melihat semuanya. Haziq benar-benar murka melihat papa berada disana, dia tahu kalau papa akan menolong Nuri. Tapi karena kebenciannya pada papa membuat dia semakin murka dan membenci papa. Apalagi saat dia melihat adiknya meninggal di depan matanya sendiri dengan cara bunuh diri. Dan berawal dari situlah Haziq membenci papa. Dan dia pun bersumpah kalau dia akan terus membuat papa menderita begitu pula dengan keluarga papa. Haziq pun bersumpah tak ingin memiliki hubungan apapun dengan papa.” Ungkap papa.
“ Tapi itu semua ngga adil untuk papa, dia ngga berhak menghakimi papa seperti ini. Apalagi kematian adiknya itu bukan salah papa, itu pilihannya sendiri pa.” Ucap Genta yang tak terima.
“ Papa tahu semua itu bukan salah papa, Nuri meninggal karena kehendaknya. Berulang kali pula papa mengatakan itu pada Haziq tapi tetap saja dia tak mau mendengarkan alasan apapun dari mulut papa ini. Setelah meninggalnya Nuri, papa pun berusaha menjauh dari mereka, karena papa pun khawatir kalau Haziq benar-benar melukai keluarga papa. Dan beberapa tahun setelah papa berhasil membangun bisnis, papa kembali dipertemukan dengan Haziq, berawal dari sanalah Haziq memulai aksinya, dia terus berusaha membuat papa hancur, bahkan mama kalian pun pernah menjadi korbannya, dia pernah di culik oleh Haziq. Haziq benar-benar orang yang licik dia menculik mama dan membuat usaha papa hancur.”
“ Kenapa dia sekejam itu pa.” Ucap Fariz yang juga tak terima akan perlakuan Haziq.
“ Itulah yang namanya dendam. Dan mulai dari situlah papa kembali merintis karier dari bawah lagi. Papa pun berjanji pada diri papa sendiri kalau papa tak akan lagi mengalah pada Haziq, papa akan terus mempertahankan apa yang papa miliki saat ini. Alhamdulillah, papa kembali Berjaya lagi. Haziq kembali berusaha, membuat papa hancur. Tapi tak lagi berhasil, karena papa sudah lebih kuat menghadapinya.”
“ Genta bangga dengan papa, begitu sulit jalan yang papa hadapi.” Ungkap Genta sambil memeluk papanya.
“ Apa kalian tahu kenapa mama kalian meninggal.” Tanya papa.
“ Karena sakit.” Jawab Fariz, tapi kemudian papanya menggeleng.
“ Ya benar mama kalian memang sakit, tapi bukan sakit karena penyakit. Mama kalian sakit karena Haziqlah yang membuat mama kalian sakit, dia menyuruh orang untuk mencelakai mama kalian. Awalnya papa ingin membalas perbuatannya tersebut, tapi mama kalian melarang papa. Karena baginya kalau papa terus balas dendam semua permusuhan ini tak aka nada habisnya. Dan balas dendam ini pun akan berimbas pada kalian, itulah yang mama kalian takutkan. Maka dari itu mama menyuruh papa untuk menutupi masalah ini.” Ungkap Haikal.
Dan ternyata Genta dan Fariz begitu marah dan kesal dengan cerita yang sebenarnya.
“ Papa mohon ta, riz jangan bertahukan masalah ini pada Bilqis. Papa ngga ingin menambah kesedihannya.” Pinta Haikal.
“ Kita janji pa, kita ngga akan pernah cerita pada Bilqis. Apa karena masalah ini pula papa akhirnya meninggalkan Indonesia. Dan lebih memilih tinggal di luar negeri.” Tanya Genta.
“ Ya benar inilah alasan terbesar papa mengajak kalian semua pindah ke Australia. Karena ini pun permintaan mama kalian yang meminta papa menjauhkan kalian semua dari Haziq. Dan ini juga alasan kenapa papa takut kalian kembali ke Indonesia, papa takut Haziq menyakiti kalian.” Ucap Haikal.
“ Berarti karena masalah itu juga papa menyuruh kita menjauhkan diri dari nama papa. Alasan inilah yang membuat papa mengambil keputusan besar. Papa menyuruh kita kembali pada identitas kita sebelumnya karena papa takut kalau sampai Haziq tahu kita anak angkat papa.” Tebak Fariz.
Haikal pun mengangguk mengiyakan semua terkaandari kedua putranya. “ Tapi papa ngga menyangka kalau sekarang papa harus berurusan lagi dengannya. Dan lagi-lagi yang mengalami kejadian ini adalah putrinya. Papa yakin kalau sampai Haiq tahu Bilqislah yang membuat putrinya celaka, dia tak akan pernah membiarkan dan melepaskan Bilqis begitu saja. Dia akan menyiksa Bilqis dan menyakitinya ta, riz. Dan papa tak akan pernah membiarkan semua itu terjadi. Cukup bagi papa kehilangan mama kalian, papa tak ingin lagi kehilangan orang-orang yang papa sayangi.” Terungkaplah ketakutan Haikal.
Genta pun menjadi faham dengan segala situasi yang dimiliki papanya saat ini. Jika dirinya ada di posisi papanya, mungkin dia pun akan melakukan hal yang sama. Dia tak mungkin membiarkan Bilqis menderita.
“ Lalu apa rencana papa selanjutnya.” Tanya Genta.
“ Papa akan tetap membawa Bilqis kembali ta, riz. Karena bagi papa, Bilqis akan lebih aman berada di sana. Apalagi keadaannya sekarang benar-benar tidak stabil. Papa takut kalau Bilqis akan mengalami trauma dengan kejadian ini.” Ucap papanya.
“ Apa yang bisa Genta bantu pa untuk masalah kecelakaan itu.” Tanya Genta.
“ Kamu tak perlu melakukan apapun ta, papa sudah menyuruh orang-orang papa untuk menyelesaikannya. Papa tahu kamu seorang penegak hukum. Karena itulah papa tak ingin mengotori pekerjaanmu dengan masalah Bilqis. Papa ngga mau membuat anak-anak papa kesulitan. Sudah terlalu banyak penderitaan yang kalian lalui, papa ngga ingin menambahnya. Jadi biarlah papa yang menyelesaikannya.” Jawab papanya.
“ Pa, tak pernah sekalipun papa menyulitkan kita berdua, justru kita merasa menjadi anak-anak yang beruntung karena Allah mempertemukan kita dengan papa. Apapun akan kita lakukan untuk melindungi papa dan Bilqis, karena kalianlah keluarga Genta dan Fariz.” Balas Genta.
“ Benar yang kak Genta katakan pa, jangan pernah menganggap papa menyusahkan kami. Kita satu keluarga sudah sepantasnya kita saling membantu. Apalagi jika papa dalam kesulitan sudah menjadi kewajiban kita sebagai anak yang menolongnya.” Ucap Fariz.
Haikal tersenyum, dia merasa bangga bisa membesarkan anak-anak yang hebat seperti mereka. “ Papa bangga dan tak pernah menyesal karena membesarkan kalian. Bagi papa kalian dan Bilqislah harta yang paling berharga dan tak bisa di tukarkan dengan apapun. Bahkan seluruh harta yang papa miliki tak bisa membeli kalian.” Ungkap papanya yang langsung merengkuh Genta dan Fariz dalam pelukannya.
***
Semua orang membohongi Bilqis terkait kecelakaan yang terjadi. Papanya mengatakan kalau keadaan Syfa baik-baik saja. Dia hanya mengalami luka kecil. Awalnya Bilqis ingin menemui Syfa dan meminta maaf padanya. Tapi papanya langsung melarangnya, dia mengatakan kalau saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk Bilqis menjenguk Syfa.
“ Apa papa yakin kalau keadaan orang yang Bilqis tabrak baik-baik saja.” Tanyanya yang masih ragu.
“ Apa Bilqis kira papa bohong nak. Kalau memang Bilqis tak percaya Bilqis bisa bertanya pada kak Genta dan kak Fariz.” Ucap Haikal.
Genta dan Fariz yang berada disamping papanya pun langsung mengangguk agar adiknya itu bisa yakin.
“ Tapi kalau keadaaanya baik-baik saja kenapa papamelarang Bilqis untuk menjenguknya. Bilqis ingin meminta maaf padanya pa, Bilqis ingin mengaku semuanya.” Pintanya.
“ Bilqis bisa mengatakan semuanya, tapi bukan sekarang nak. Ini bukan waktu yang tepat untuk Bilqis menjenguknya. Karena keadaan belum membaik, papa Syfa yang tak lain adalah Haziq, dia adalah saingan papa nak. Walaupun keadaan Syfa baik-baik saja, tapi tidak dengan papanya. Pasti dia akan sangat marah saat tahu Bilqislah yang menabrak putrinya. Jadi papa mohon pada Bilqis, percayakan semuanya pada papa. Biar papa yang menyelesaikan semuanya nak. Dan papa juga minta satu hal pada Bilqis, untuk sementara ini Bilqis ikut papa kembali ke Australia.” Ucap papanya.
“ Apa.” Ucap Bilqis yang terkejut. Dia langsung menggeleng tak setuju dengan ide yang papanya berikan. “ Ngga pa, Bilqis ngga mau ikut papa kembali ke Australia. Papa kan tahu sendiri kalau Bilqis baru aja mau memulai karier Bilqis disini. Kalau Bilqis ikut papa bagaimana dengan semua yang sudah Bilqis rancang pa.” Tolaknya.
“ Papa mohon nak, papa janji kalau kamu disana ngga akan lama. Kamu ikut papa, karena papa khawatir dengan keadaanmu sekarang. Dan papa juga minta seperti ini, karena papa khawatir dengan keadaan Bilqis.”
“ Apa yang perlu di khawatirkan pa, Bilqis baik-baik aja. Ya memang Bilqis akui kalau Bilqis terkadang masih kekanak kanakkan dan belum bisa menyelesaikan masalah Bilqis sendiri. Tapi Bilqis yakin kalau Bilqis akan baik-baik aja pa. Apalagi disini ada kak Genta dan kak Fariz yang akan selalu melindungi Bilqis. Iya kan kak.” Ucap Bilqis.
“ Apapun alasan Bilqis papa ngga akan menerimanya, pokoknya besok pagi Bilqis ikut papa kembali ke Autralia. Dan ngga ada penolakan.” Ucap papanya yang langsung keluar dari kamar Bilqis.
Wajah menyerah Bilqis pun langsung terlihat, pandangannya pun langsung mengarah pada kedua kakaknya. Seolah sedang meminta bantuan pada kakaknya untuk membujuk sang papa.
“ Kak.” Panggilnya.
“ Maaf qis untuk kali ini kakak setuju dengan apa yang papa katakan. Kakak ngga bisa membantu kamu. Karena apa yang papa lakukan ini untuk kebaikanmu.” Ucap Fariz.
Tatapan Bilqis pun beralih pada Genta.
“ Jawaban kakak pun sama dengan papa dan Fariz, kali ini kakak ngga bisa membantu kamu. Kamu harus percaya pada papa Qis, karena setiap keputusan yang papa ambil pasti ngga main-main. Dia ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Tolong qis, kali ini kamu harus ikuti kemaunan papa. Ikutlah papa kembali ke Australia untuk sementara waktu.” Jawab Genta.
“ Tapi Bilqis tak faham apa alasan papa menyuruh Bilqis kembali kesana. Kalian bilang semuanya baik-baik saja, tapi kenapa seolah semuanya yang terjadi saat ini benar-benar sulit untuk diperbaiki.” Ungkap Bilqis yang merasa ada yang tak beres dengan semuanya.
“ Seperti yang papa katakan Qis, semuanya baik-baik saja. Kakak mohon Qis, jangan buat papa khawatir dan sedih lagi. Sudah banyak kesakitan yang dia alami. Bantu papa untuk menemukan kebahagiannya Qis. Dan kebahagiaan itu hanya terletak pada kita. Dia ingin melihat kita bahagia dan hidup tenang.” Nasehat Genta.
Setelah mendengarkan ucapan kedua kakaknya, keinginan Bilqis untuk tetap tinggal pun melemah. Dia pun merasa kasihan dengan papanya. Dia juga ingin membahagiakan papanya.
“ Ok kali ini Bilqis akan ikuti kemauan kalian, Bilqis akan ikut papa kembali ke Australia, tapi kakak harus ingat Bilqis pergi hanya sementara, sampai keadaan membaik.” Ucapnya dengan kesal. Sedangkan Genta dan Fariz merasa lega mendengarkan jawaban adiknya tersebut.