8. TTAS

2173 Kata
“ Harusnya saya yang tanya pada kamu, kenapa kamu bisa bersama dengan Syfa.” Tanya laki-laki itu. Tapi kemudian, tangan Syfa menarik tangan Genta supaya mengajaknya pergi dari sana. “ Ayo ta, kita pulang sekarang.” Ajaknya. “ Tunggu dulu fa, apa kamu lupa sama kamu. Ini aku ta Arman. Oh iya aku lupa kamu kan buta jadi pasti kamu ngga tahu ya kalau ini aku.” Ucap Arman dengan nada mengejek. Genta pun langsung emosi dan menarik kerah baju Arman saat mendengar ejekan Arman.” Jaga yang mulut kamu, sebaiknya kamu tutup mulut kamu sbelum aku merobeknya.” Ucap Genta. “ Hei tenang dong, aku kan lagi bicara sama Syfa dan ngga ada urusannya sama kamu.” Balas Arman. “ Dengar baik-baik. Aku ngga tahu siapa kamu, karena bagiku ngga penting tahu laki-laki yang pengecut sepertimu, tapi kamu harus ingat dan dengar baik-baik. Segala urusan yang menyangkut dengan Syfa itu adalah urusan saya karena saya adalah calon suami Syfa. Ingat itu, dan saya peringatkan sebaiknya jangan main-main dengan saya.” Balas Genta dengan sombong. “ Owh jadi kamu calon suaminya.” Ucap Arman sambil menatap tampilan Genta dari atas sampai bawah. “ Perkenalkan saya…” Genta pun langsung menepis tangan Arman. “ Saya tak berminat mengetahui anda.” Jawabnya yang kemudian langsung menarik tangan Syfa untuk keluar. “ Dasar laki-laki kurangajar, dengar baik-baik kamu akan menyesal karena sudah memilih wanita buta dan ngga tahu diri ini. Udah buta tapi masih saja sombong, murahan.” Ucapnya terhenti saat melihat Genta dan Syfa menghentikan langkahnya. Genta pun menghentikan langkahnya, dan berbalik. Kemudian tangannya langsung memukul wajah Arman. BUGGHH… BUGH. Arman pun langsung tersungkur ke lantai saat Genta memukulnya. “ Genta.” Teriak Syfa yang berusaha menarik Genta. Dan dengan bantuan pelayan restoran mereka berhasil melerai Genta dan Arman. “ Dengar baik-baik ini peringatan untukmu. Jangan pernah kamu menghina Syfa. Sekali lagi saya tahu kamu mengejeknya akan aku pastikan kamu akan mendekam di penjara.” Ucap Genta. “ Akan aku laporkan kamu.” Ucap Arman sambil memegangi lukanya. Genta pun tertawa mendengar ucapan Syfa. “ Silahkan kalau kamu berani melaporkan saya” Jawab Genta sambil mengambil beberapa lembar uang serta kartu namanya. Kemudian ia langsung lemparkan ke wajah Arman. “ Ini untuk mengobati lukamu. Dan akan aku tunggu laporanmu tentangku. Oh iya orang-orang disini akan menjadi saksi atas apa yang terjadi pada hari ini.” Ucap Genta dengan lantang. Genta membiarkan Arman terus emosi. Setelah itu Genta kembali menarik tangan Syfa untuk masuk kedalam mobil. Saat di mobil Syfa dan Genta pun lama terdiam. Syfa tak menyangka kalau Genta mau melakukan semua ini hanya untuk membela dirinya. Dia pun mencoba bicara dan memberitahukan Genta tentang Arman. “ ta.” Panggil Syfa. “Iya, ada apa fa.” Tanya Genta. “ Apa kamu terluka.” Tanya Syfa. “ Tenang fa, aku baik-baik aja kok. Justru aku yang khawatir ke kamu. Apa kamu baik-baik aja.” Tanya Genta. “ Alhamdulillah, aku baik-baik aja kok ta. Dan semua ini karena kamu. Makasih ya ta, karena udah mau belain aku. Dan aku juga minta maaf karena aku, kamu jadi berantem di depan publik.” Sesal Syfa. “ Ngga papa fa. Justru aku yang menyesal dan merasa bersalah karena gara-gara aku ngajak kamu kesana semua ini jadi terjadi padamu. Dan ketemu sama laki-laki pengecut tadi.” Ucap Genta. “ Mmmm, awalnya aku memang marah dan kesal karena kamu bawa aku kesana. Tapi setelah kejadian ini membuatku bisa belajar. Harusnya selama ini aku menghadapinya bukan menghindarinya ta. Sekarang aku jadi nyesel, kalau selama ini aku sudah benar-benar membuang waktuku dengan sia-sia, dan hanya berdiam di rumah.” balas Syfa. “ Jadi kamu ngga marah ke aku.” “ Masih, tapi dengan alasan lain.” “ Apa itu.” “ Kenapa sih setiap bertemu dengan orang kamu selalu mengatakan kalau aku ini adalah calon isteri kamu. Kan aku malu ta, kalau semua itu ngga bener gimana.” Balas Genta. “ Aku akan buat semua itu menjadi benar fa.” Jawabnya. Dan jantung Syfa pun berdetak kencang, saat Genta mengatakan hal tersebut. “ Jangan ngada-ngada deh ta, kita ngga mungkin bersama, kita tuh bagaikan air dan api yang ngga akan pernah menyatu.” Elak Syfa. “ Air dan api memang ngga bisa nyatu fa, tapi mereka saling membutuhkan, mereka selalu berdampingan. Mereka ngga bisa dipisahkan. Aku ingin seperti itu fa.” Jawab Genta. “ Please ta, jangan terlalu mengkhayal. Semua itu ngga mungkin.” “ Kenapa ngga mungkin fa, Apapun akan menjadi mungkin kalau Allah sudah menakdirkannya fa.” “ Kita jauh ta, kamu laki-laki yang mendekati kata sempurna, kamu memiliki semuanya. Banyak kelebihan yang kamu miliki ta. Masih banyak wanita di luar sana yang jauh lebih baik dibandingkan aku ta. Aku mohon ta, jangan melakukan sesuatu yang akan melukai hatimu.” Ucap Syfa. “ Kenapa kamu bicara seolah-olah kamu tahu tentangku fa. Kamu belum mengenal aku fa. Jika kamu sudah tahu aku, mungkin kamu yang akan menyesal karena sudah mengenalku. Karena banyak sekali kekurangan yang aku miliki. Justru setelah melihatmu, membuat kekurangan yang aku miliki ini menjadi kekuatan untukku merubah diriku menjadi lebih baik, dan menjadi laki-laki yang pantas bersanding denganmu.” Jawab Genta. “ Kamu memang keras kepala ya, mau berapa kalipun aku mengatakan ngga, kamu akan melakukannya berulang kali sampai aku mengatakan iya. Ta, kenapa kamu ngga bertanya perihal Arman.” Tanya Syfa. “ Mmmm, sebenarnya ada sih rasa penasaranku tentang dia. Tapi tadi aku kan harus tetap terlihat sombong di depan dia supaya dia takut.” Jawabnya. Syfa pun tersenyum dan ingin memberitahukan tentang Arman pada Syfa. “ Dia mantan kekasihku dulu, kita putus setelah kecelakaan itu. Aku melihatnya berselingkuh sebelum aku mengalami kecelakaan itu. Dulunya aku begitu yakin kalau dia laki-laki yang tepat dan mungkin akan menjadi jodohku. Tapi ternyata dia laki-lak kurang ajar yang bisanya hanya mempermainkan wanita. Gara-gara melihat perselingkuhannya aku nyetir jadi ngga konsentrasi. Dan aku juga ngga nyangka kalau tibatiba ada mobil yang menabrakku.” Ungkapnya. Genta menghentikan mobilnya. “ Kenapa berhenti ta.” Tanya Syfa. “ Apa karena itu kamu jadi benci dan ngga percaya dengan laki-laki.” Tanya Genta. Syfa langsung mengangguk. “ Bisa dibilang begitu, ada yang lain juga sih. Aku merasa kalau aku ngga pantas dicintai dengan keadaanku yang seperti sekarang. Aku yang sekarang bukanlah seseorang yang bisa melakukan apapun seperti dulu, aku udah cacat ta. Karena aku fikir tak akan ada orang yang tulus melakukan sesuatu padaku.” Jawab Syfa. Tangan Genta pun meraih tangan Syfa dan menggenggamnya. “ Aku ngga minta kamu percaya dengan ucapanku fa, aku hanya ingin kamu bisa melihat sendiri ketulusanku. Aku yakin walaupun kamu ngga bisa melihat tapi kamu bisa merasakannya, kalau semua yang aku lakukan padamu ini tulus.” Ungkap Genta. “ Kenapa kamu bisa mencintaiku.” Tanya Syfa. “ Aku akan menjawabnya, kalau mencintai seseorang itu membutuhkan alasannya. Tapi aku memang tak bisa menjawabnya fa, karena aku mencintaimu tanpa alasan apapun dan tanpa melihat apapun.” Jawab Genta. Mereka pun saling tatapan walaupun Syfa tak bisa melihat, tapi dia dapat merasakan kalau saat ini Genta terus memandanginya. Dan Syfa pun langsung memalingkan wajah Genta kedepan. “ Udah jangan ngliatin aku terus, kita jadi pulang apa ngga sih.” Ucapnya. “ Kok kamu tahu kalau aku ngliatin kamu, kamu malu ya aku liatin atau jangan-jangan kamu terharu dengan ungkapan hatiku yang terdalam ini.” Ledeknya. “ Ya jelaslah tahu, aku kan bisa merasakanya. Jangan geer deh. Siapa juga yang terharu dengan gombalan kamu.” Balas Syfa yang juga memalingkan wajahnya. Akhirnya Genta pun berhenti meledek Syfa dan melanjutkan melajukan mobilnya kearah rumah Syfa. *** Ternyata video tentang keributan Genta dan Arman pun sudah tersebar di media maya. Banyak yang memuji sikap Genta karena berani membela calon isterinya. Dan ternyata banyak wartawan yang berdatangan ke rumah Syfa untuk mencari tahu kebenaran hubungan Syfa dan Genta. Papa Syfa pun terkejut, karena saat dia baru pulang dari luar kota, rumahnya sudah banyak wartawan, padahal dirinya sama sekali belum tahu tentang berita Syfa dan Genta. Sesampainya di rumah orang tua Syfa pun yang baru melihat video yang sedang tranding di dunia maya. Haziq marah saat mendengar ejekkan yang Arman lontarkan untuk putrinya. Tapi setelah melihat betapa hebatnya Genta membela Syfa pun orang tua Syfa semakin yakin kalau Genta mampu melindungi putri mereka. “ Laki-laki seperti dia memang pantas diperlakukan seperti itu. Berani-beraninya dia mengejek kamu didepan umum. Kalau saya aku ada disana, akan kupastikan dia masuk penjara.” Ucap papa Syfa yang sangat geram terhadap Arman. “ Udah pa, semuanya kan udah diselesaikan Genta. Mama yakin kalau dia mampu mengurus masalah ini tanpa papa ikut campur didalamya.” Balas mamanya yang mencoba menenangkan suaminya. “ Tapi papa bingung ma, apa yang mau papa klarifikasikan ke media tentang hubungan Syfa dan Genta. Karena papa sendiri ngga tahu bagaimana kelanjutan hubungan mereka. Apa Syfa mau menerima Genta. Tapi papa pun salut pada Genta karena dia berhasil membuat Syfa sedikit berubah.” Ucap Haziq. “ Mama pun bahagia melihat Syfa yang sudah mau keluar rumah pa. Papa tenang aja nanti mama akan coba bicarakan dan tanyakan ke Syfa tentang masalah ini. Karena mau bagaimanapun, dialah yang akan menjalaninya. Jadi kita harus terima apapun keputusannya.” Jawab Ammara. *** Malam harinya setelah makan malam, mama Syfa pun menghampiri putrinya. Dia sudah tak sabar ingin menanyakan tentang kelanjutan hubungannya dengan Genta. “ Assalamualaikum, sayang. Apa mama ganggu Syfa.” Salam mamanya. “ Waalaikumsalam, ngga kok ma, masuk aja. Tumben mama tanya begitu. Biasanya juga langsung masuk.” Ucap Syfa. “ Ya siapa tahu aja anak mama ini sibuk.” Ucap Ammara. “ Ngga kok ma, Syfa Cuma lagi baca buku yang baru aja sampai. Papa dimana ma” Tanya Syfa. “ Owh papa ada tamu fa.” Jawab mamanya. “ Siapa ma.” Tanya Syfa yang terlihat penasaran. Mamanya pun faham saat melihat wajah Syfa yang begitu penasaran. Karena mamanya tahu pasti Syfa mengharapkan Gentalah tamu tersebut. “ Mmmmm, tumben kamu ingin tahu tamu papa. Biasanya kamu cuek tuh kalau masalah tamu papa.” Ledek mamanya. “ Syfa…. Syfa kan Cuma tanya ma, karena tumben malam-malam begini ada tamu yang datang.” Elaknya. “ Masa sih, mama kira Syfa mengharapkan seseorang yang datang.” Ledek mamanya. “ Maksud mama.” Tanya Syfa pura-pura tak faham. “ GENTA.” “ Apaan sih ma, siapa juga yang ngarepin dia. Syfa sih masa bodo dia mau datang apa ngga.” Ucapnya dengan terus mengelak dengan harapannya. “ Udah dong fa, kenapa sih kamu dihadapan mama masih aja gengsi buat mengakui semuanya. Justru mama sama papa seneng kalau Syfa benar-benar mau menerima Genta.” Balas mamanya. Syfa pun tak menjawab pertanyaan mamanya, dia hanya menunduk, karena ia malu dengan mamanya tentang perasaannya pada Genta. “ Tamu papa itu memang Genta sayang, papa yang nyuruh Genta buat datang kesini, papa ingin tahu tentang video yang lagi viral di sosial media itu. Papa ingin tahu perkara yang sebenarnya.” “ Kalau papa ingin tahu semuanya papa kan bisa tanya ke Syfa ma, dia ngga harus manggil Genta kemari.” Ucap Syfa. “ Papa khawatir kamu sedih jika mengingat masalah itu. Mama sangat bersyukur kamu sudah lepas dari laki-laki bernama Arman.” Jawab mamanya. “ Mama sama papa ngga perlu khawatir Syfa ngga akan sedih hanya karena diejek didepan umum oleh Arman. Dia itu laki-laki yang ngga tahu diri, dia yang salah tapi masih aja berani mengejek orang lain. Kalau aja Syfa bisa ngliat ma, udah Syfa tampar, udah Syfa pukul tuh orang.” Jawabnya yang ikut kesl mengingat kejadian kemarin. “ Kan udah ada yang mewakilinya sayang, apalagi yang mewakilinya itu calon suami sendiri. Pasti Syfa bahagia banget kan.” Ledek mamanya, Syfa pun tersenyum simpul karena malu. “ Apaan sih ma, Genta bilang begitu tuh karena dia ngga mau Syfa di perlakukan ngga baik aja. Dia bilang begitu karena mau bela Syfa dan melindungi Syfa aja ma.” Jawab Syfa. “ Tapi mama yakin kalau semua yang Genta katakan itu serius nak, dia mengatakan itu dari lubuk hatinya yang terdalam sayang. Mama bisa melihatnya fa.” Balas mamanya sambil menatap Syfa. “ Syfa ngga tahu ma, Syfa ragu dengan keadaan sekarang. Syfa takut, khawatir kalau semua ini hanya mimpi. Syfa masih ngga percaya bahwa ada laki-laki sehebat dan sesukses Genta mau menjadikan Syfa yang buta dan cacat ini menjadi isterinya, bagi Syfa semua ini mustahil ma.” Ucapnya. “ Mama tahu apa yang saat ini Syfa rasakan, mama tahu Syfa hanya takut menyakiti dan tersakiti kan.” Balas mamanya dan Syfa pun mengangguk. “ Syfa takut kalau Syfa hanya akan menjadi bebannya ma, Genta pantas mendapatkan wanita yang jauh lebih baik  daripada Syfa.” Ucapnya. “ Jangan berfikir seperti itu fa, belum tentu wanita diluar sana yang bisa setegar Syfa dalam menjalani berbagai cobaan hidup. Mama ingin tahu apa sebenarnya perasaan Syfa pada Genta sayang.” Tanya mamanya. Syfa menghela nafas sebelum dirinya menjawab pertanyaan mamanya. “ Syfa sebenarnya malu mengatakan ini semua pada mama, karena Syfa telah menelan ludah Syfa sendiri. Syfa sombong, Syfa mendahului kehendak Allah dengan mengatakan tak mungkin Syfa akan membuka hati Syfa ini untuk Genta. Tapi Syfa akui kalau dengan berjalannya waktu, hati Syfa ini mulai terbuka untuknya ma. Syfa kagum dengan kegigihan dan kesabarannya, dia mampu membuat hati Syfa yang keras ini menjadi lembut. Syfa pun mengakui kalau dia laki-laki yang baik, dia memang terlihat tulus melakukan semua ini ma.” “ Mama pun senang melihat Syfa yang sekarang, dari awal Genta masuk kedalam kehidupan Syfa mama pun sudah punya keyakinan kalau Genta mampu menaklukan hati Syfa ini. Semenjak Genta ada mama melihat aura Syfa jauh berbeda dari sebelumnya, walaupun Syfa sering memarahinya, tapi mama suka. Mama jadi bisa melihat Syfa kembali mengekspresikan diri nak. Jadi apa Syfa mau menerima Genta.” “ Bantu Syfa untuk meyakinkannya ma.” Pintanya. “ Jangan minta mama untuk itu sayang. Hanya Allah yang mampu membantu Syfa untuk menentukan pilihan Syfa. Jika Syfa bingung dan ragu mintalah pada Allah sayang. Cobaah untuk shalat istikharoh. Jika memang benar Genta jodoh Syfa, pasti Allah akan menunjukkannya sayang.” Ucap mamanya. Dan Syfa pun langsung memeluk mamanya. Dia pun akan meminta bantuan pada Allah untuk menentukan pilihannya ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN