Tahoi masuk ke ruangan Mickey dengan kasar. ia biasanya yang selalu berwajah tenang bahka ketika p*********n iblis terjadi, kali ini justru terlihat paling beringas di dalam sna. Semua wajah yang ada di ruangan itu menaruh perhatian padanya.
“Tuan Tahoi! Jangan karena kau mendapatkan perlakuan khusus dari kerajaan, kau bisa berbuat seenaknya!” hardik Mario yang sekarang telah maju beberapa langkah.
“Jangan ikutsertakan Maya dalam misi berbahaya ini, Yang Mulia.” Tahoi tak mengacuhkan Mario, ia menatap tajam pada Mickey yang juga hera dengan sikap Tahoi.
“Apa alasanmu?” Tanya Mickey tenang. Menghindari perpecah belahan adalah tindakan paling tepat sekarang.
“Kau tidak mengerti. Jika Maya tewas dalam misi ini, maka reingkarnasi roh alam akan terputus dan semua yang terjadi saat ini sama sekali tak sebanding dengan efek setelahnya!” Tahoi sangat terburu-buru menjelaskan sesuatu yang membuat semua wajah di sana semakin bingung, termasuk Maya.
“Memang aku semakin tidak mengerti tentang apa yang kau bicarakan.” Sargon angkat bicara. Ia memang sedari awal tak mempercayai kelompok suku pedalaman sepenuhnya.
Tahoi menghela napas, ia meminta wakru untuk berbicara bertiga dengan Mickey dan Maya. Meski keberatan, Valrey dan yang lainnya harus meninggalkan ruangan.
“Kau dari mana saja?” Lugos muncul tergesa-gesa di ujung lorong. Valrey tak menyadari jika Lugos tak hadir tadi.
“Aku harus menemui Maya, maaf. Aku akan menyusul kalian segera.” Lugos menepuk ringan bahu Valrey dan bergegas memasuki ruangan Mickey.
“Kau tahu? Aku tak sepenuhnya bisa mempercayai pria hutan itu,” ucap Mario ikut bergabung dengan tiga pria demon hunter.
Sargon megangguk semangat dan memberikan jempolnya pada Mario. Ia senang jika Mario berpikiran sama dengannya.
“Entahlah, aku tak ingin megurusi mereka.” Valrey meninggalkan rekannya dan menuruni tangga.
Ia terdiam sejenak di pertengahan, ingat seseorang yang belum ia temui sejak sadarkan diri. Setelah menghembuskan napas, ia kembali menuruni anak tangga dan membalas sapaan dari orang-orang yang berselisih sepanjang perjalananya menuju taman belakang kerajaan.
Sebatang pohon dengan kokoh berdiri sendiri di tengah taman. Pohon yang valrey tak mengetahui namanya, sengaja ditumbuhkan oleh Maya untuk mengenang Vio. Seorang Kapten, Pemimpin, dan saudari bagi mereka. Tak sampai satu tahun waktu yang dibutuhkan untuk membuat mereka saling dekat satu sama lain. Ia adalah sosok perempuan tangguh yang sebenarnya. Bahkan terkadang, seperti sesosok Ibu yang selalu menuntun semua anak-anaknya berjalan agar tak terjatuh pada lubang di depan mereka.
“Kami…” Valrey terdiam beberapa saat.
“Kita, kita akan melakukan misi pertama. Aku tahu kau selalu hadir bersama kami, mungkin saja dalam bentuk lainnya yag tak kami sadari. Karena itu, kita akan melakukan misi pertama dalam waktu dekat.” Valrey mendongakkan kepala ketika dedaunan gugur dari pohon itu. Tanpa bantuan angin, dedaunan itu menjatuhkan diri. Valrey tersenyum, Vio pasti senang pada misi pertama mereka.
“Tahoi! Aku juga bagian dari tim itu. Maya akan aman selama bersamaku,” ucap Lugos lantang. Ia berdiri dihadapan Tahoi sementara Maya masih dengan tatapan bingung berdiri di balik punggungnya.
“Dia harus tahu kenyataan sebenarnya. Kau bocah kecil takkan paham akibat apa yang akan terjadi jika reingkarnasi terputus.” Tahoi menatap tajam Lugos.
“Lugos. Aku ingin mendengar semuanya dari Tuan Tahoi. Mundurlah,” kata Maya pelan.
“Tapi…”
“Lugos!” Maya mulai meninggikan nadanya.
Mau tak mau Lugos mundur Ia berdiri di samping Maya. Ada kecemasan yang tak Maya mengerti tergurat di wajah teman baiknya itu. Mickey hanya berpangku tangan tanpa menyela sedari tadi. Walau terkesa mereka sama sekali tak menghormati sang raja, tapi memang raja ini berbeda dari yang lain. Bukanlah seorang raja yagn haus akan rasa hormat dan ingin selalu semua orang menuduk padanya di setiap pertemuan.
“Kau adalah titisan dari roh alam, Maya. Jika kami kehilanganmu sekarang, semua pihak yang selama ini menerima kebaikan dari roh alam juga akan ikut meghilang. Termasuk kami.
“Apa maksudmu? Aku memiliki kemampuan ini karena diberikan kekuata oleh sosok iblis, seperti Lucky.” Maya menatap heran pada Tahoi lalu ke Lugos.
Lugos terlihat gugup dan tak mengiyakan perkataan Maya. Maya mencium sesuatu yang selama ini sengaja disembunyikan darinya. Ia tahu bagaimana Lugos karena seudah belasan tahun bersamanya.
“Kau menyembunyikan sesuatu padaku?” taya Maya tajam pada Lugos.
“Maya, aku tak bermaksud meyembunyikannya.” Lugos bingung bagaimana mengatakaan hal sebearnya pada Maya.
Sementara ketegangan ini berlanjut, Mickey hanya menatap datar pada ketiga orang yang tengan bersitegang tanpa memperdulikan dirinya di sini
“Titisan roh alam akan lahir setiap seribu tahun sekali. Aku tak tahu alasan Lugos berbohong padamu, tapi aku hanya ingin menjagamu tetap aman, agar semuanya tetap berjalan seperti seharusnya.” Tahoi berusaha menyudutkan Lugos.
Maya menatap tajam pada Lugos yang sepertinya tak bisa menjelaskan apapun padanya.
“Aku memang heran dengan kemampuanmu, Maya. Selama ini setahuku taka da iblis yang memiliki kemampuan sepertimu. Sekalipun itu iblis magic,” ucap Mickey menyela mereka yang semakin tegang.
Maya memilih duduk di kursi yang tak jauh darinya. Ia maish menatap Lugos, menuntut sebuah penjelasan atas semua hal ini. Tahoi tersenyum melihat Maya yang mulai tak percaya pada Lugos. Ia memang harus berusaha membuat maya untuk berada dipihaknya. Jikapun Maya harus mati, ia harus memastikan jika gadis itu tewas di tangannya sendiri. Ia tak mau semua rencana yang telah ia susun selama ini terganggu karena kehadiran gadis yang tak seharusnya dilahirkan.
“Aku rasa jika Maya bersamaku, tidak akan ada masalah. Selama ini kami selalu bersama, dan aku selalu melindunginya,” ujar Lugos. Ia tak bisa membuat Maya berada di dekat Tahoi.
Bagaimana jika Maya tahu siapa suku pedalaman sebenarnya dan apa tujuannya pada Maya. Apa ia harus memberitahu maya jika yang telah menyerang desa mereka dulu adalah Tahoi? Akhirnya ia membulatkan keputusan, belum saatnya memberitahu Maya tetang kejadian itu. Ia hanya harus berpikir bagaimana cara agar Maya mau ikut dengannya dalam misi tim demon hunter.
“Aku takkan pergi kemanapun jika tak mendapat penjelasan apa-apa.” Maya bersikukuh. Hal ini membuat tahoi semakin di atas angin.
Namun Mickey bukanlah seseorang yang bodoh. Ia bisa melihat niat Tahoi meski belum tahu apa itu pastinya. Akhirnya ia membuat keputusan sebagai seorang raja yang sebagaimana seharusnya.
“Maya, kau tetap dalam misi ini. Keputusanku sudah bulat,” ucap Mickey dingin.
Ekspresi tahoi langsung berubah ketika mendegar ucapan Mickey. Ia kesal karena watak Yelvan dan Mickey yang sangat berbeda. Jika Yelvn selama ini justru selalu menawkan semua hal yang tak bisa ia tolak. Salah satunya untuk mendapatkan pemilik kekuatan roh alam. Sementara Mickey justru mempersulit langkahnya.
“Menentag keputusan raja adalan berkhianat!” Mickey semakin menunjukkan taringnya, hingga Tahoi maupun Maya tak bisa menolak.
Maya dan Lugos meninggalkan ruangan, tahoi masih di dalam sana hendak berbicara pad Mickey.
“Kau berhutang penjelasn padaku, Lugos.” Maya sangat kesal dan berjalan mendahului Lugos yang maish belum bisa menjelaskan apapun padanya saat ini.