Semua sudah selesai. Cinta kami sudah berakhir. Rusak! Takkan mungkin bisa diperbaiki lagi. Gue menatap Pibi yang sedang memakai pakaiannya dengan mata menahan tangis. Lo harus kuat, Bie! Kata gue terhadap diri gue sendiri. Meski badan gue terasa remuk redam, meski sangat ngilu di s**********n gue, tapi terutama bagian yang paling sakit adalah hati gue.. "Lo sudah puas? Lo berhasil menghancurkan gue," ucap gue pelan dengan hati tersayat. Pibi terdiam. Dia tak mengatakan apapun. Namun gue melihat punggungnya bergetar. Dia sama sekali gak mau menoleh untuk melihat wajah gue. Gue hanya bisa memandang punggungnya yang angkuh. Sesaat hanya ada keheningan diantara kami, hingga kemudian dia berkata dingin, "Ini belum selesai. Gue gak akan berhenti sampai hidup lo dan keluarga lo ha

